Memelihara Jenggot Bagi Laki-laki

Jenggot

Perintah untuk memelihara jenggot bagi kaum laki-laki adalah berdasarkan beberapa hadits di bawah ini

حَدَّثَنَا الْحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْخَلَّالُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ نُمَيْرٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ صَحِيحٌ

Rosululloh SAW bersabda: “Cukurlah kumis dan biarkan jenggot.” Abu Isa berkata; Hadits ini shahih. (HR Tirmidzi K. Adab)

حَدَّثَنِي مُحَمَّدٌ أَخْبَرَنَا عَبْدَةُ أَخْبَرَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْهَكُوا الشَّوَارِبَ وَأَعْفُوا اللِّحَى

Rosululloh SAW bersabda: “Cukurlah kumis kalian dan biarkanlah jenggot kalian (panjang).” (HR Bukhori K. Libas)

dan ada lagi beberapa hadits yang lain.

Sebagian dari umat Islam menganggap bahwa memelihara jenggot dan bahkan membiarkannya panjang adalah suatu kewajiban. Alasannya itu adalah perintah Nabi.

Namun menurut penulis, berdasarkan riwayat yang lain sebenarnya memelihara jenggot ini bukanlah perkara wajib. Alasannya adalah sebagai berikut:

1. Tujuannya adalah untuk menyelisihi orang musyrik.

Perhatikan dalil-dalil di bawah ini:

حَدَّثَنِي أَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي مَرْيَمَ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ أَخْبَرَنِي الْعَلَاءُ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَعْقُوبَ مَوْلَى الْحُرَقَةِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جُزُّوا الشَّوَارِبَ وَأَرْخُوا اللِّحَى خَالِفُوا الْمَجُوسَ

Rosululloh SAW bersabda: “Cukurlah kumis dan panjangkanlah jenggot. Selisihilah kaum Majusi.” (HR Muslim K. Thoharoh)

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِنْهَالٍ حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنَا عُمَرُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ خَالِفُوا الْمُشْرِكِينَ وَفِّرُوا اللِّحَى وَأَحْفُوا الشَّوَارِبَ وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ إِذَا حَجَّ أَوْ اعْتَمَرَ قَبَضَ عَلَى لِحْيَتِهِ فَمَا فَضَلَ أَخَذَهُ

Dari Nabi SAW beliau bersabda: “Selisihilah orang-orang musyrik, panjangkanlah jenggot dan cukurlah kumis kalian.” Sedangkan apabila Ibnu Umar berhaji atau Umrah dia memegang jenggotnya dan memotong selebihnya.” (HR Bukhori K. Libas)

Jadi tujuan intinya adalah menyelisihi orang-orang musyrik.

Jika diharuskan untuk berjenggot, berarti sesuai dalil di bawah ini, harus pula mewarnai rambut dan jenggot, padahal yang ditekankan adalah menyelisihi orang musyrik, bukan mewarnai jenggot dan rambut.

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لِيَحْيَى قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا و قَالَ الْآخَرُونَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ وَسُلَيْمَانَ بْنِ يَسَارٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى لَا يَصْبُغُونَ فَخَالِفُوهُمْ

Nabi SAW bersabda: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak mencelup (rambut dan jenggot mereka). Karena itu selisihilah mereka.” (HR Muslim)

2. Tidak semua perintah Nabi merupakan hal yang wajib.

Cukup banyak hal-hal yang diperintah oleh Nabi, namun merupakan sesuatu yang sifatnya sunah (dikerjakan berpahala, ditinggalkan tidka berdosa). Sebagai contoh seperti sholat-sholat sunah, tidak harus dilakukan, namun mendapatkan pahala jika melakukannya.

3. Tidak ada ancaman.

Perintah untuk memelihara jenggot tidak disertai ancaman tertentu jika tidak melakukannya. Perhatikanlah bahwa semua perintah yang bersifat wajib selalu disertai dengan ancaman. Sebagai contoh dalil-dalil di bawah ini.

أَخْبَرَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ حُرَيْثٍ قَالَ أَنْبَأَنَا الْفَضْلُ بْنُ مُوسَى عَنْ الْحُسَيْنِ بْنِ وَاقِدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الْعَهْدَ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Rosululloh SAW bersabda: ”Sesungguhnya janji yang membedakan antara kita (orang Islam) dan mereka (orang-orang kafir) adalah sholat. Barangsiapa meninggalkannya berarti kafir.” (HR Nasai K. Sholat)

Ancaman meninggakan sholat adalah kafir. Kafir diancam neraka.

حَدَّثَنَا آدَمُ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَا أَسْفَلَ مِنْ الْكَعْبَيْنِ مِنْ الْإِزَارِ فَفِي النَّارِ

</p>

Dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Barangsiapa menjulurkan kain sarungnya hingga dibawah mata kaki, maka tempatnya adalah neraka (HR Bukhori K. Libas)

Ancaman bagi yang isbal (melmbrehkan pakaian bawahnya), diancam neraka.

Banyak lagi dalil-dalil lain tentang suatu kewajiban, ada ancamannya. Namun untuk memanjangkan jenggot ini tidak ada ancamannya.

Berdasarkan alasan-alasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa memelihara jenggot, apalagi tidak boleh memotongnya seumur hidup, bukanlah perkara yang wajib dan tidak boleh tidak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>