Rukun Islam dan Rukun Iman

Rukun Islam dan Rukun Iman

Sebagaimana kita ketahui dari tulisan sebelumnya, Ngapain Beragama? Atheis aja!, tujuan hidup manusia di dunia adalah untuk menyembah Alloh, sebagaimana firman Alloh:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Dan tidak aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah-Ku. (QS Ad-dzariyat 56)

Untuk melaksanakan ibadah kepada Alloh, manusia diberikan aturan-aturan dan larangan-larangan, dan juga harus mempercayai Alloh dan ciptaan-ciptaan-Nya. Aturan-aturan dasar ini disebut dengan rukun islam, dan perintah untuk mempercayai hal-hal yang ghoib ini tertuang dalam rukun iman.

Penjelasan panjang tentang rukun islam dan rukun iman dapat dilihat di sebuah hadits yang cukup panjang yang diriwayatkan oleh Imam Muslim di link berikut: http://www.artikel-islam.com/muslim/iman/penjelasan-tentang-iman-islam-dan-ihsan/

Di sini saya kutipkan sebagian saja.

1. Rukun Islam

وَقَالَ يَا مُحَمَّدُ أَخْبِرْنِي عَنْ الْإِسْلَامِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْإِسْلَامُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصُومَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنْ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Seorang lelaki bertanya kepada Nabi Muhammad: “Ya Muhammad, beritahukanlah aku tentang Islam”. Nabi Muhamamd menjawab: “Islam adalah kamu bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh, dan Muhammad adalah utusan Alloh, dan mendirikan sholat, dan mendatangkan zakat, dan berpuasa Romadhon, dan melakukan haji jika mampu.”

Lelaki yang bertanya tersebut selanjutnya diberitahu oleh Nabi bahwa itu adalah Malaikat Jibril.

Dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa Rukun Islam yaitu:

  1. Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Alloh, dan bahwa Muhammad adalah utusan Alloh.
  2. Mendirikan sholat
  3. Mendatangkan/membayar zakat
  4. Puasa Romadhon.
  5. Melaksanakan haji jika mampu.

Kelima syarat tersebut adalah syarat wajib bagi seseorang untuk menetapi agama Islam. Jika salah satu saja tidak dikerjakan, maka Islamnya tidak sempurna, bahkan bisa dikatakan kafir.

Contohnya setelah Nabi Muhammad meninggal, yang menggantikan untuk menjadi Amirul Mukminin (pemimpin yang mengatur umat Islam) atau kholifah (pengganti Nabi) adalah Abu Bakar RA. Saat itu ada orang-orang yang tidak mau membayar zakat, karena mereka beranggapan bahwa ‘Yang berhak mengumpulkan zakat adalah Nabi Muhammad. Nabi Muhammad sudah meninggal, maka tidak perlu membayar zakat lagi’. Pemahaman yang salah ini dibenarkan oleh Abu Bakar, dan bagi yang tetap tidak mau membayar zakat, maka diperangi, karena dianggap telah keluar dari agama Islam.

2. Rukun Iman

Dari hadits yang sama, dapat diambil penggalan yang menyatakan rukun iman.

قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ الْإِيمَانِ قَالَ أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

Seorang lelaki bertanya kepada Nabi Muhammad: “Ya Muhammad, beritahukanlah aku tentang Iman”. Nabi Muhamamd menjawab: “Iman adalah percaya kepada Alloh, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, hari akhir, dan percaya kepada qodar baik dan buruk.”

Dari hadits ini dapat disimpulkan bahwa Rukun Iman yaitu:

  1. Iman (percaya) kepada Alloh.
  2. Iman (percaya) kepada para Malaikat Alloh.
  3. Iman (percaya) kepada kitab-kitab Alloh (Taurot, Injil, Zabur dan Qur’an).
  4. Iman (percaya) kepada para utusan Alloh (para Nabi dan para Rosul).
  5. Iman (percaya) kepada hari akhir (hari kiamat).
  6. Iman (percaya) kepada Qodar yang baik jelek. Di riwayat lain disebutkan iman kepada Qodho (yang sudah ditentukan oleh Alloh namun belum terjadi) dan Qodar (yang sudah ditentukan oleh Alloh dan sudah terjadi)

Perlu diingat bahwa mengimani utusan Alloh berarti juga mengimani hadits atau ucapan mereka. Karena ada golongan Islam yang hanya mau percaya kepada Al-Qur’an, namun tidak mau percaya dengan hadits. Padahal, untuk para Nabi yang tidak diberikan kitab, bagaimana kaum mereka bisa melakukan ibadah kepada Alloh kalau tidak dengan mengikuti sabda Nabi mereka?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Powered by sweet Captcha