Monthly Archives: May 2011

Sedang dalam memperpanjang bacaan dalam shalat yang bacaannya dikeraskan atau yang tidak

269. Sedang dalam memperpanjang bacaan dalam shalat yang bacaannya dikeraskan atau yang tidak

التوسط في القراءة في الصلاة الجهرية بين الجهر والإسرار

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو جَعْفَرٍ مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ جَمِيعًا عَنْ هُشَيْمٍ قَالَ ابْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ أَخْبَرَنَا أَبُو بِشْرٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ
{ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا }
قَالَ نَزَلَتْ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُتَوَارٍ بِمَكَّةَ فَكَانَ إِذَا صَلَّى بِأَصْحَابِهِ رَفَعَ صَوْتَهُ بِالْقُرْآنِ فَإِذَا سَمِعَ ذَلِكَ الْمُشْرِكُونَ سَبُّوا الْقُرْآنَ وَمَنْ أَنْزَلَهُ وَمَنْ جَاءَ بِهِ فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى لِنَبِيِّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
{ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ }
فَيَسْمَعَ الْمُشْرِكُونَ قِرَاءَتَكَ
{ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا }
عَنْ أَصْحَابِكَ أَسْمِعْهُمْ الْقُرْآنَ وَلَا تَجْهَرْ ذَلِكَ الْجَهْرَ
{ وَابْتَغِ بَيْنَ ذَلِكَ سَبِيلًا }
يَقُولُ بَيْنَ الْجَهْرِ وَالْمُخَافَتَةِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Ja’far Muhammad bin ash-Shabbah dan Amru an-Naqid semuanya meriwayatkan dari Husyaim, berkata Ibnu ash-Shabbah, telah menceritakan kepada kami Husyaim telah mengabarkan kepada kami Abu Bisyr dari Sa’id bin Jubair dari Ibnu Abbas tentang firmanNya, “Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam sholatmu, dan janganlah pula merendahkannya.” Dia berkata, “Ayat ini turun ketika Rasululah shallallohu ‘alaihi wasallam berdakwah secara sembunyi-sembunyi di Makkah. Beliau apabila sholat mengimami para sahabatnya maka beliau mengangkat suaranya dengan bacaan al-Qur’an. Sedangkan kaum musyrikin apabila mendengar hal tersebut maka mereka mencela al-Qur’an, dan yang menurunkannya (Alloh dan Jibril), dan yang membawanya (Muhammad). Maka Alloh berfirman kepada nabiNya Shallallohu’alaihiwasallam, ‘Janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam sholatmu sehingga orang-orang musyrik mendengar bacaanmu dan janganlah kamu merendahkannya dari para sahabatmu. Perdengarkanlah al-Qur’an kepada mereka, dan janganlah kamu mengeraskannya sekeras-kerasnya, dan usahakanlah jalan pertengahan antara hal tersebut.’ Dia berkata, ‘Antara keras dan pelan’.”

Riwayat #2

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ زَكَرِيَّاءَ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ
فِي قَوْلِهِ عَزَّ وَجَلَّ
{ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا }
قَالَتْ أُنْزِلَ هَذَا فِي الدُّعَاءِ
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ يَعْنِي ابْنَ زَيْدٍ ح قَالَ و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ وَوَكِيعٌ ح قَالَ أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ كُلُّهُمْ عَنْ هِشَامٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Zakariya’ dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya, dari Aisyah mengenai firman Alloh, “Dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam sholatmu, dan janganlah pula merendahkannya.” Dia berkata, “Ayat ini diturunkan berkenaan dengan doa.” Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Hammad yakni Ibnu Zaid –lewat jalur periwayatan lain– dia berkata, dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dan Waki’ –lewat jalur periwayatan lain–. Abu Kuraib berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah semuanya meriwayatkan dari Hisyam dengan sanad ini hadits semisalnya.

Keluarnya wanita ke masjid jika tidak ada fitnah

268. Keluarnya wanita ke masjid jika tidak ada fitnah

خروج النساء إلى المساجد إذا لم يترتب عليه فتنة وأنها

Riwayat #1

حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ زُهَيْرٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ سَمِعَ سَالِمًا يُحَدِّثُ عَنْ أَبِيهِ
يَبْلُغُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِذَا اسْتَأْذَنَتْ أَحَدَكُمْ امْرَأَتُهُ إِلَى الْمَسْجِدِ فَلَا يَمْنَعْهَا

Telah menceritakan kepada kami Amru an-Naqid dan Zuhair bin Harb semuanya meriwayatkan dari Ibnu Uyainah, Zuhair berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari az-Zuhri dia mendengar Salim bercerita dari Bapaknya yang merafa’kan kepada Nabi Shallallohu’alaihiwasallam, beliau bersabda, “Apabila istri salah seorang dari kalian meminta izin kepada kalian ke masjid maka janganlah dia melarangnya’.”

Riwayat #2

حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَالِمُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَمْنَعُوا نِسَاءَكُمْ الْمَسَاجِدَ إِذَا اسْتَأْذَنَّكُمْ إِلَيْهَا
قَالَ فَقَالَ بِلَالُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ وَاللَّهِ لَنَمْنَعُهُنَّ قَالَ فَأَقْبَلَ عَلَيْهِ عَبْدُ اللَّهِ فَسَبَّهُ سَبًّا سَيِّئًا مَا سَمِعْتُهُ سَبَّهُ مِثْلَهُ قَطُّ وَقَالَ أُخْبِرُكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقُولُ وَاللَّهِ لَنَمْنَعُهُنَّ

Telah menceritakan kepadaku Harmalah bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Salim bin Abdulloh bahwa Abdulloh bin Umar berkata, “Saya mendengar Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kalian menghalangi istri-istri kalian ke masjid apabila mereka meminta izin kepadanya.” Perawi berkata, “Bilal bin Abdulloh berkata, ‘Demi Alloh, sungguh kami akan melarang mereka’.” Perawi berkata, “Maka Abdulloh menghadapnya, lalu mencelanya dengan celaan yang jelek yang aku tidak pernah mendengarnya mencelanya seperti itu sama sekali, seraya dia berkata, ‘Aku mengabarkan kepadamu dari Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam, tetapi kamu malah (menentang) dengan berkata, ‘Demi Alloh, kami akan menghalangi mereka’.”

Riwayat #3

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي وَابْنُ إِدْرِيسَ قَالَا حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَمْنَعُوا إِمَاءَ اللَّهِ مَسَاجِدَ اللَّهِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdulloh bin Numair telah menceritakan kepada kami Bapakku dan Ibnu Idris keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ubaidulloh dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwa Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam bersabda, “Janganlah kalian menghalangi kaum wanita pergi ke masjid Alloh”.

Riwayat #4

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا حَنْظَلَةُ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمًا يَقُولُ سَمِعْتُ ابْنَ عُمَرَ يَقُولُا
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا اسْتَأْذَنَكُمْ نِسَاؤُكُمْ إِلَى الْمَسَاجِدِ فَأْذَنُوا لَهُنَّ

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Bapakku telah menceritakan kepada kami Hanzhalah dia berkata, “Saya mendengar Salim berkata, Saya mendengar Ibnu Umar berkata, Saya mendengarRasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila wanita-wanita kalian meminta izin kepada kalian untuk pergi ke masjid, maka berikanlah izin kepada mereka.”

Riwayat #5

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَمْنَعُوا النِّسَاءَ مِنْ الْخُرُوجِ إِلَى الْمَسَاجِدِ بِاللَّيْلِ
فَقَالَ ابْنٌ لِعَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ لَا نَدَعُهُنَّ يَخْرُجْنَ فَيَتَّخِذْنَهُ دَغَلًا قَالَ فَزَبَرَهُ ابْنُ عُمَرَ وَقَالَ أَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقُولُ لَا نَدَعُهُنَّ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ خَشْرَمٍ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ عَنْ الْأَعْمَشِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dari al-A’masy dari Mujahid dari Ibnu Umar dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Janganlah kalian menghalangi kaum wanita keluar ke masjid pada malam hari.” Lalu putera Ibnu Umar berkata, “Kami tidak akan membiarkan mereka keluar, sehingga mereka jadikan moment untuk melakukan kejahatan.” Lalu Ibnu Umar menghardiknya seraya berkata, “Aku mengatakan bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, tapi kamu malahan berkata kami tidak akan membiarkan mereka.” Telah menceritakan kepada kami Ali bin Khasyram telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus dari al-A’masy dengan isnad ini hadits semisalnya.

Riwayat #6

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ وَابْنُ رَافِعٍ قَالَا حَدَّثَنَا شَبَابَةُ حَدَّثَنِي وَرْقَاءُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ائْذَنُوا لِلنِّسَاءِ بِاللَّيْلِ إِلَى الْمَسَاجِدِ
فَقَالَ ابْنٌ لَهُ يُقَالُ لَهُ وَاقِدٌ إِذَنْ يَتَّخِذْنَهُ دَغَلًا قَالَ فَضَرَبَ فِي صَدْرِهِ وَقَالَ أُحَدِّثُكَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقُولُ لَا

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim dan Ibnu Rafi’ keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Syababah telah menceritakan kepadaku Warqa’ dari Amru dari Mujahid dari Ibnu Umar dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Berikanlah izin kepada wanita pada malam hari ke masjid.’ Putranya, Waqid berkata kepadanya, ‘Kalau dibolehkan, siapa tahu dijadikan kesempatan melakukan kejahatan’.” Perawi berkata, “Lalu Ibn Umar memukul dada puteranya atas pembangkangannya. Dan dia berkata, ‘Aku menceritakan kepadamu hadits dari Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam, namun kamu malahan mengatakan tidak’.”

Riwayat #7

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يَزِيدَ الْمُقْرِئُ حَدَّثَنَا سَعِيدٌ يَعْنِي ابْنَ أَبِي أَيُّوبَ حَدَّثَنَا كَعْبُ بْنُ عَلْقَمَةَ عَنْ بِلَالِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَمْنَعُوا النِّسَاءَ حُظُوظَهُنَّ مِنْ الْمَسَاجِدِ إِذَا اسْتَأْذَنُوكُمْ
فَقَالَ بِلَالٌ وَاللَّهِ لَنَمْنَعُهُنَّ فَقَالَ لَهُ عَبْدُ اللَّهِ أَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقُولُ أَنْتَ لَنَمْنَعُهُنَّ

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Abdulloh telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Yazid al-Muqri’ telah menceritakan kepada kami Sa’id, yaitu Ibnu Abi Ayyub telah menceritakan kepada kami Ka’ab bin ‘Alqamah dari Bilal bin Abdulloh bin Umar dari Bapaknya dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Janganlah kalian melarang kaum wanita (mengambil) haknya dari masjid apabila mereka meminta izin kepada kalian.’ Bilal berkata, ‘Demi Alloh, aku akan mencegah mereka.’ Maka Abdulloh berkata kepadanya, ‘Kukatakan bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, namun malahan kamu mengatakan bahwa sungguh kami akan mencegah mereka’.”

Riwayat #8

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ سَعِيدٍ الْأَيْلِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي مَخْرَمَةُ عَنْ أَبِيهِ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ أَنَّ زَيْنَبَ الثَّقَفِيَّةَ
كَانَتْ تُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْعِشَاءَ فَلَا تَطَيَّبْ تِلْكَ اللَّيْلَةَ

Telah menceritakan kepada kami Harun bin Sa’id al-Aili telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Makhramah dari Bapaknya dari Busr bin Sa’id bahwa Zainab ats-Tsaqafiyyah telah bercerita dari Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian kaum wanita hendak menghadiri sholat Isya’ maka janganlah kalian memakai wangi-wangian pada malam tersebut.”

Riwayat #9

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ الْقَطَّانُ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَجْلَانَ حَدَّثَنِي بُكَيْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ زَيْنَبَ امْرَأَةِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَتْ
قَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا شَهِدَتْ إِحْدَاكُنَّ الْمَسْجِدَ فَلَا تَمَسَّ طِيبًا

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id al-Qaththan dari Muhammad bin ‘Ajlan telah menceritakan kepadaku Bukair bin Abdulloh bin al-Asyajj dari Busr bin Sa’id dari Zainab, istri Abdulloh dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda kepada kami, ‘Apabila salah seorang dari kalian kaum wanita hendak menghadiri sholat di masjid maka janganlah kalian memakai wangi-wangian’.”

Riwayat #10

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي فَرْوَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ خُصَيْفَةَ عَنْ بُسْرِ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلَا تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dan Ishaq bin Ibrahim, Yahya berkata, telah mengabarkan kepada kami Abdulloh bin Muhammad bin Abdulloh bin Abi Farwah dari Yazid bin Khushaifah dari Busr bin Sa’id dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Siapa pun wanita yang memakai parfum, maka janganlah dia hadir bersama kami dalam sholat Isya’, sholat fardhu yang akhir’.”

Riwayat #11

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ يَعْنِي ابْنَ بِلَالٍ عَنْ يَحْيَى وَهُوَ ابْنُ سَعِيدٍ عَنْ عَمْرَةَ بِنْتِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهَا سَمِعَتْ عَائِشَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَقُولُ
لَوْ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى مَا أَحْدَثَ النِّسَاءُ لَمَنَعَهُنَّ الْمَسْجِدَ كَمَا مُنِعَتْ نِسَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ قَالَ فَقُلْتُ لِعَمْرَةَ أَنِسَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ مُنِعْنَ الْمَسْجِدَ قَالَتْ نَعَمْ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَهَّابِ يَعْنِي الثَّقَفِيَّ قَالَ ح و حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ قَالَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو خَالِدٍ الْأَحْمَرُ قَالَ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ قَالَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ كُلُّهُمْ عَنْ يَحْيَى بْنِ سَعِيدٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ مِثْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Maslamah bin Qa’nab telah menceritakan kepada kami Sulaiman, yaitu Ibnu Bilal dari Yahya, dan dia adalah Ibnu Sa’id dari ‘Amrah binti Abdurrahman bahwasanya dia mendengar Aisyah, istri Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam berkata, “Kalau Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melihat sesuatu yang terjadi pada kaum wanita (sekarang) niscaya beliau menghalangi mereka menghadiri masjid sebagaimana kaum perempuan bani Israil dilarang.” Perawi berkata, “Aku berkata kepada Amrah, ‘Apakah kaum wanita bani Israil dihalangi pergi ke masjid? ‘ Dia menjawab, ‘Ya.’ Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdul Wahhab, yaitu ats-Tsaqafi dia berkata, –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Amru an-Naqid telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dia berkata, –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Khalid al-Ahmar dia berkata, –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus semuanya meriwayatkan dari Yahya bin Sa’id dengan isnad ini hadits semisalnya.

Perintah untuk wanita yang shalat di belakang kaum laki-laki untuk mengangkat kepala

267. Perintah untuk wanita yang shalat di belakang kaum laki-laki untuk mengangkat kepala

أمر النساء المصليات وراء الرجال أن لا يرفعن رءوسهن

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ
لَقَدْ رَأَيْتُ الرِّجَالَ عَاقِدِي أُزُرِهِمْ فِي أَعْنَاقِهِمْ مِثْلَ الصِّبْيَانِ مِنْ ضِيقِ الْأُزُرِ خَلْفَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ لَا تَرْفَعْنَ رُءُوسَكُنَّ حَتَّى يَرْفَعَ الرِّجَالُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Sufyan dari Abu Hazim dari Sahl bin Sa’d dia berkata, “Sungguh aku melihat para lelaki mengikat sarung mereka pada leher mereka seperti anak-anak kecil karena sempitnya sarung di belakang Nabi Shallallohu’alaihiwasallam, maka seseorang berkata, ‘Wahai kaum wanita, janganlah kalian mengangkat kepala kalian hingga kaum lelaki mengangkat kepala’.”

Meluruskan barisan dan keutamaan shaff pertama

266. Meluruskan barisan dan keutamaan shaff pertama

تسوية الصفوف وإقامتها وفضل الأول فالأول منها والازدحام

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ إِدْرِيسَ وَأَبُو مُعَاوِيَةَ وَوَكِيعٌ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ عُمَارَةَ بْنِ عُمَيْرٍ التَّيْمِيِّ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ قَالَ
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُ مَنَاكِبَنَا فِي الصَّلَاةِ وَيَقُولُ اسْتَوُوا وَلَا تَخْتَلِفُوا فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ لِيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الْأَحْلَامِ وَالنُّهَى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
قَالَ أَبُو مَسْعُودٍ فَأَنْتُمْ الْيَوْمَ أَشَدُّ اخْتِلَافًا و حَدَّثَنَاه إِسْحَقُ أَخْبَرَنَا جَرِيرٌ قَالَ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ خَشْرَمٍ أَخْبَرَنَا عِيسَى يَعْنِي ابْنَ يُونُسَ قَالَ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Idris dan Abu Muawiyah serta Waki’ dari al-A’masy dari Umarah bin Umair at-Taimi dari Abu Ma’mar dari Abu Mas’ud dia berkata, “Dahulu Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam mengusap pundak kami dalam sholat seraya bersabda, ‘Luruskanlah, dan jangan berselisih sehingga hati kalian bisa berselisih. Hendaklah yang tepat di belakangku orang yang dewasa yang memiliki kecerdasan dan orang yang sudah berakal di antara kalian, kemudian orang yang sesudah mereka kemudian orang yang sesudah mereka’.” Abu Mas’ud berkata, “Kamu sekarang, sangat berselisih.” Dan telah menceritakannya kepada kami Ishaq telah mengabarkan kepada kami Jarir –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Khasyram telah mengabarkan kepada kami Isa, yaitu Ibnu Yunus dia berkata, –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Umar telah menceritakan kepada kami Ibnu Uyainah dengan isnad ini hadits semisalnya.

Riwayat #2

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ وَصَالِحُ بْنُ حَاتِمِ بْنِ وَرْدَانَ قَالَا حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ زُرَيْعٍ حَدَّثَنِي خَالِدٌ الْحَذَّاءُ عَنْ أَبِي مَعْشَرٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِيَلِنِي مِنْكُمْ أُولُو الْأَحْلَامِ وَالنُّهَى ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثَلَاثًا وَإِيَّاكُمْ وَهَيْشَاتِ الْأَسْوَاقِ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Habib al-Haritsi dan Shalih bin Hatim bin Wardan keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Yazid bin Zurai’ telah menceritakan kepadaku Khalid bin al-Hadzdza’ dari Abu Ma’syar dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari Abdulloh bin Mas’ud dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hendaklah yang berada tepat di belakang sholatku orang yang dewasa yang memiliki kecerdasan dan orang yang sudah berakal di antara kalian, kemudian orang yang sesudah mereka tiga kali, dan hendaklah kalian menjauhi kebisingan dan perselisihan pasar’.”

Riwayat #3

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَوُّوا صُفُوفَكُمْ فَإِنَّ تَسْوِيَةَ الصَّفِّ مِنْ تَمَامِ الصَّلَاةِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dia berkata, “Saya mendengar Qatadah bercerita dari Anas bin Malik dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Samakanlah shaf-shaf kalian, karena penyamaan shaf termasuk kesempurnaan sholat’.”

Riwayat #4

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ وَهُوَ ابْنُ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتِمُّوا الصُّفُوفَ فَإِنِّي أَرَاكُمْ خَلْفَ ظَهْرِي

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Abdul Warits dari Abdul Aziz, yaitu Ibnu Shuhaib dari Anas dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sempurnakanlah shaf-shaf kalian, karena aku melihat kalian dari arah belakang punggungku’.”

Riwayat #5

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ حَدَّثَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامِ بْنِ مُنَبِّهٍ قَالَ هَذَا مَا حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ أَحَادِيثَ مِنْهَا وَقَالَ أَقِيمُوا الصَّفَّ فِي الصَّلَاةِ فَإِنَّ إِقَامَةَ الصَّفِّ مِنْ حُسْنِ الصَّلَاةِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah menceritakan kepada kami Ma’mar dari Hammam bin Munabbih dia berkata, ini adalah sesuatu yang diceritakan kepada kami oleh Abu Hurairah dari Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam, maka dia menyebutkan beberapa hadits darinya, dan berkata, “Luruskanlah shaf dalam sholat, karena meluruskan shaf termasuk tanda kebagusan sholat.”

Riwayat #6

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا غُنْدَرٌ عَنْ شُعْبَةَ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ سَالِمَ بْنَ أَبِي الْجَعْدِ الْغَطَفَانِيَّ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Ghundar dari Syu’bah –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Amru bin Murrah dia berkata, Saya mendengar Salim bin Abi al-Ja’d al-Ghathafani berkata, Saya mendengar an-Nu’man bin Basysyir berkata, “Saya mendengarRasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sungguh kalian menyamakan shaf-shaf kalian atau Alloh akan menyelisihkan wajah-wajah kalian’.”

Riwayat #7

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا أَبُو خَيْثَمَةَ عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ قَالَ سَمِعْتُ النُّعْمَانَ بْنَ بَشِيرٍ يَقُولُا
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُسَوِّي صُفُوفَنَا حَتَّى كَأَنَّمَا يُسَوِّي بِهَا الْقِدَاحَ حَتَّى رَأَى أَنَّا قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ ثُمَّ خَرَجَ يَوْمًا فَقَامَ حَتَّى كَادَ يُكَبِّرُ فَرَأَى رَجُلًا بَادِيًا صَدْرُهُ مِنْ الصَّفِّ فَقَالَ عِبَادَ اللَّهِ لَتُسَوُّنَّ صُفُوفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللَّهُ بَيْنَ وُجُوهِكُمْ
حَدَّثَنَا حَسَنُ بْنُ الرَّبِيعِ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو الْأَحْوَصِ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Abu Khaitsamah dari Simak bin Harb dia berkata, Saya mendengar an-Nu’man bin Basysyir berkata, “Dahulu Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam menyamakan shaf kami hingga seakan-akan menyamakan busur panah hingga beliau melihat bahwa kami sungguh telah terikat darinya. Kemudian pada suatu hari beliau keluar, lalu berdiri hingga hampir bertakbir, lalu beliau melihat seorang laki-laki menonjolkan dadanya dari shaf, maka beliau bersabda, ‘Wahai hamba Alloh, sungguh kalian menyamakan shaf kalian atau Alloh akan menyelisihkan antara wajah kalian’.” Telah menceritakan kepada kami Hasan bin ar-Rabi’ dan Abu Bakar bin Abi Syaibah keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abu al-Ahwash –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dengan isnad ini hadits semisalnya.

Riwayat #8

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ سُمَيٍّ مَوْلَى أَبِي بَكْرٍ عَنْ أَبِي صَالِحٍ السَّمَّانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوا عَلَيْهِ لَاسْتَهَمُوا وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي التَّهْجِيرِ لَاسْتَبَقُوا إِلَيْهِ وَلَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الْعَتَمَةِ وَالصُّبْحِ لَأَتَوْهُمَا وَلَوْ حَبْوًا

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata, saya membaca di hadapan Malik dari Sumai maula Abu Bakar dari Abu Shalih as-Samman dari Abu Hurairah ra bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalau manusia tahu pahala dalam adzan dan shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan jalan keluar untuk mendapatkannya kecuali dengan cara mengundi, niscaya mereka akan mengadakan undian. Dan seandainya mereka mengetahui pahala bersegera ke masjid, niscaya mereka akan bersegera kepadanya. Dan kalau mereka mengetahui pahala sholat Isya’ dan shubuh, niscaya mereka akan mendatangi keduanya walaupun dengan cara merangkak’.”

Riwayat #9

حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا أَبُو الْأَشْهَبِ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ الْعَبْدِيِّ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى فِي أَصْحَابِهِ تَأَخُّرًا فَقَالَ لَهُمْ تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ لَا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الرَّقَاشِيُّ حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ مَنْصُورٍ عَنْ الْجُرَيْرِيِّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ قَالَ رَأَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَوْمًا فِي مُؤَخَّرِ الْمَسْجِدِ فَذَكَرَ مِثْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Abu al-Asyhab dari Abu Nadhrah al-‘Abdi dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melihat pada para sahabatnya keterlambatan, maka beliau bersabda kepada mereka, ‘Kalian majulah, dan berimamlah denganku, dan hendaklah orang sesudah kalian berimam kepada kalian. Jika suatu kaum membiasakan diri melambat-lambatkan sholatnya, maka Alloh juga melambatkan diri memasukkannya ke surga, atau melambatkan diri untuk mengentaskannya dari neraka’.” Telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Abdurrahman ad-Darimi telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdulloh ar-Raqasyi telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Manshur dari al-Jurairi dari Abu Nadhrah dari Abu Sa’id al-Khudri dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melihat suatu kaum di ujung masjid”, lalu dia menyebutkan hadits semisalnya.

Riwayat #10

حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ دِينَارٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ حَرْبٍ الْوَاسِطِيُّ قَالَا حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ الْهَيْثَمِ أَبُو قَطَنٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ خِلَاسٍ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْ تَعْلَمُونَ أَوْ يَعْلَمُونَ مَا فِي الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ لَكَانَتْ قُرْعَةً
و قَالَ ابْنُ حَرْبٍ الصَّفِّ الْأَوَّلِ مَا كَانَتْ إِلَّا قُرْعَةً

Telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Dinar dan Muhammad bin Harb al-Wasithi keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Amru bin al-Haitsam Abu Qathan telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari Khilas dari Abu Rafi’ dari Abu Hurairah radhiyallohu’anhu dari Nabi Shallallohu’alaihiwasallam beliau bersabda, “Kalau mereka mengetahui pahala dalam shaf pertama niscaya mereka akan mengadakan undian.” Ibnu Harb berkata, “Shaf pertama tidak akan terjadi melainkan dengan undian.”

Riwayat #11

حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي الدَّرَاوَرْدِيَّ عَنْ سُهَيْلٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ

Telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari Bapaknya dari Abu Hurairah radhiyallohu’anhu dia berkata, Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik shaf kaum laki-laki adalah di depan, dan sejelek-jeleknya adalah pada akhirnya. Dan sebaik-baik shaf wanita adalah akhirnya, dan sejelek-jeleknya adalah awal shaf.” Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dia berkata, telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz, yaitu ad-Darawardi dari Suhail dengan isnad ini.

Perintah untuk tenang dalam shalat dan larangan dari berisyarat dan mengangkat tangan

265. Perintah untuk tenang dalam shalat dan larangan dari berisyarat dan mengangkat tangan

الأمر بالسكون في الصلاة والنهي عن الإشارة باليد ورفعها

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ
خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا لِي أَرَاكُمْ رَافِعِي أَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ اسْكُنُوا فِي الصَّلَاةِ قَالَ ثُمَّ خَرَجَ عَلَيْنَا فَرَآنَا حَلَقًا فَقَالَ مَالِي أَرَاكُمْ عِزِينَ قَالَ ثُمَّ خَرَجَ عَلَيْنَا فَقَالَ أَلَا تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا قَالَ يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الْأُوَلَ وَيَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ
و حَدَّثَنِي أَبُو سَعِيدٍ الْأَشَجُّ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ قَالَا جَمِيعًا حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ نَحْوَهُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dari al-A’masy dari al-Musayyab bin Rafi’ dari Tamim bin Tharafah dari Jabir bin Samurah dia berkata, “Mengapa aku melihat kalian mengangkat tangan kalian, seakan-akan ia adalah ekor kuda yang tidak bisa diam. Kalian diamlah di dalam sholat.” Perawi berkata, “Kemudian beliau keluar melewati kami, lalu beliau melihat kami bergerombol, maka beliau bersabda, ‘Mengapa aku melihat kalian bercerai berai’.” Perawi berkata, “Kemudian Rasululloh keluar menemui kami seraya bersabda, ‘Mengapa kalian tidak berbaris sebagaimana malaikat berbaris di sisi Rabbnya? ‘ Maka kami berkata, ‘Wahai Rasululloh, bagaimana malaikat berbaris di sisi Rabbnya? ‘ Beliau bersabda, ‘Mereka menyempurnakan barisan awal dan menempelkan diri dalam barisan’.” Dan telah menceritakan kepadaku Abu Sa’id al-Asyajj telah menceritakan kepada kami Waki’ –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus semuanya berkata, telah menceritakan kepada kami al-A’masy dengan isnad ini hadits semisalnya.

Riwayat #2

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ قَالَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مِسْعَرٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَاللَّفْظُ لَهُ قَالَ أَخْبَرَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ مِسْعَرٍ حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ الْقِبْطِيَّةِ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ
كُنَّا إِذَا صَلَّيْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُلْنَا السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَأَشَارَ بِيَدِهِ إِلَى الْجَانِبَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَامَ تُومِئُونَ بِأَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ إِنَّمَا يَكْفِي أَحَدَكُمْ أَنْ يَضَعَ يَدَهُ عَلَى فَخِذِهِ ثُمَّ يُسَلِّمُ عَلَى أَخِيهِ مَنْ عَلَى يَمِينِهِ وَشِمَالِهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dia berkata, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Mis’ar –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib dan lafazh tersebut miliknya. Dia berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Abi Zaidah dari Mis’ar telah menceritakan kepadaku Ubaidulloh bin al-Qibthiyyah dari Jabir bin Samurah dia berkata, “Dahulu kami apabila sholat bersama Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam, maka kami mengucapkan, ‘Assalamu’alaikum Warahmatullohi (Semoga keselamatan dan rahmat Alloh terlimpahkan kepadamu) ‘ dan dia mengisyaratkan dengan tangannya ke arah dua sisi.’ Maka Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Berdasarkan apa kami beriman dengan tangan-tangan kalian, seakan-akan ia adalah ekor kuda yang tidak bisa berhenti. Cukuplah bagi kalian untuk meletakkan tangan kalian pada paha kalian, kemudian mengucapkan salam atas saudaranya yang di sebelah kanannya dan sebelah kirinya’.”

Riwayat #3

و حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ إِسْرَائِيلَ عَنْ فُرَاتٍ يَعْنِي الْقَزَّازَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ
صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكُنَّا إِذَا سَلَّمْنَا قُلْنَا بِأَيْدِينَا السَّلَامُ عَلَيْكُمْ السَّلَامُ عَلَيْكُمْ فَنَظَرَ إِلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا شَأْنُكُمْ تُشِيرُونَ بِأَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ إِذَا سَلَّمَ أَحَدُكُمْ فَلْيَلْتَفِتْ إِلَى صَاحِبِهِ وَلَا يُومِئْ بِيَدِهِ

Dan telah menceritakan kepada kami al-Qasim bin Zakariya’ telah menceritakan kepada kami Ubaidulloh bin Musa dari Israil dari Furat, yaitu al-Qazzaz dari Ubaidulloh dari Jabir bin Samurah dia berkata, “Saya sholat bersama Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam. Dahulu kami apabila mengucapkan dengan tangan kami, ‘Assalamu’alaikum’ Lalu Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melihat kepada kita seraya bersabda, ‘Apa yang membuat kalian menunjuk dengan tangan kalian seakan-akan ia adalah ekor kuda yang tidak bisa berhenti. Apabila kalian mengucapkan salam, maka hendaklah kalian menoleh kepada temannya, dan bukan mengisyaratkan dengan tangannya’.”

Larangan mengangkat pandangan ke langit dalam shalat

264. Larangan mengangkat pandangan ke langit dalam shalat

النهي عن رفع البصر إلى السماء في الصلاة

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ الْمُسَيَّبِ عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي الصَّلَاةِ أَوْ لَا تَرْجِعُ إِلَيْهِمْ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dari al-A’masy dari al-Musayyab dari Tamim bin Tharafah dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah suatu kaum menghentikan untuk mengangkat pandangan mereka ke langit dalam sholat atau (kalau tidak), niscaya pandangan tersebut tidak kembali kepada mereka (buta).”

Riwayat #2

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَعَمْرُو بْنُ سَوَّادٍ قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ رَفْعِهِمْ أَبْصَارَهُمْ عِنْدَ الدُّعَاءِ فِي الصَّلَاةِ إِلَى السَّمَاءِ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ

Telah menceritakan kepadaku ath-Thahir dan Amru bin Sawwad keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah menceritakan kepadaku al-Laits bin Sa’d dari Ja’far bin Rabi’ah dari Abdurrahman al-A’raj dari Abu Hurairah radhiyallohu’anhu bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Hendaklah suatu kaum menghentikan untuk mengangkat pandangan mereka ke langit ketika berdoa dalam sholat atau (kalau tidak), niscaya pandangan mereka akan dicabut (dibutakan).”

Haramnya mendahului Imam saat rukuk, sujud dan selainnya

263. Haramnya mendahului Imam saat rukuk, sujud dan selainnya

تحريم سبق الإمام بركوع أو سجود ونحوهما

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ وَاللَّفْظُ لِأَبِي بَكْرٍ قَالَ ابْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا وَقَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ عَنْ الْمُخْتَارِ بْنِ فُلْفُلٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَلَمَّا قَضَى الصَّلَاةَ أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ فَقَالَ أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي إِمَامُكُمْ فَلَا تَسْبِقُونِي بِالرُّكُوعِ وَلَا بِالسُّجُودِ وَلَا بِالْقِيَامِ وَلَا بِالِانْصِرَافِ فَإِنِّي أَرَاكُمْ أَمَامِي وَمِنْ خَلْفِي ثُمَّ قَالَ وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا قَالُوا وَمَا رَأَيْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ رَأَيْتُ الْجَنَّةَ وَالنَّارَ
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ ابْنِ فُضَيْلٍ جَمِيعًا عَنْ الْمُخْتَارِ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا الْحَدِيثِ وَلَيْسَ فِي حَدِيثِ جَرِيرٍ وَلَا بِالِانْصِرَافِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Ali bin Hujr sedangkan lafazh tersebut milik Abu Bakar, Ibnu Hujr berkata, telah mengabarkan kepada kami, sedangkan Abu Bakar berkata, telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari al-Mukhtar bin Fulful dari Anas dia berkata, “Rasululloh sholat mengimami kami pada suatu hari, ketika beliau telah menyelesaikan sholat, maka beliau menghadap kami dengan wajahnya seraya bersabda, ‘Wahai manusia, aku adalah imam kalian, maka janganlah kalian mendahului aku dengan rukuk, sujud, berdiri, dan berpaling dari sholat. Karena aku melihat kalian dari arah depanku dan belakangku.’ Kemudian beliau bersabda, ‘Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di TanganNya, kalau kalian melihat sesuatu yang aku lihat, niscaya kalian akan sedikit tertawa, dan banyak menangis.’ Mereka bertanya, ‘Apa yang kamu lihat wahai Rasululloh? ‘ Beliau menjawab, ‘Aku melihat surga dan neraka’.” Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Jarir –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair dan Ishaq bin Ibrahim dari Ibnu Fudhail semuanya meriwayatkan dari al-Mukhtar dari Anas dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam dengan hadits ini, dan tidak ada dalam hadits Jarir, “Jangalah kalian mendahuluiku dalam berpaling.”

Riwayat #2

حَدَّثَنَا خَلَفُ بْنُ هِشَامٍ وَأَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ كُلُّهُمْ عَنْ حَمَّادٍ قَالَ خَلَفٌ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا يَخْشَى الَّذِي يَرْفَعُ رَأْسَهُ قَبْلَ الْإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ اللَّهُ رَأْسَهُ رَأْسَ حِمَارٍ

Telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Hisyam dan Abu ar-Rabi’ az-Zahrani serta Qutaibah bin Sa’id semuanya meriwayatkan dari Hammad, Khalaf berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid dari Muhammad bin Ziyad telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah radhiyallohu’anhu dia berkata, Muhammad Shallallohu’alaihiwasallam bersabda, “Tidakkah takut orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, sehingga Alloh mengubah kepalanya menjadi kepala keledai?.”

Riwayat #3

حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ يُونُسَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ مَا يَأْمَنُ الَّذِي يَرْفَعُ رَأْسَهُ فِي صَلَاتِهِ قَبْلَ الْإِمَامِ أَنْ يُحَوِّلَ اللَّهُ صُورَتَهُ فِي صُورَةِ حِمَارٍ
حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ سَلَّامٍ الْجُمَحِيُّ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ الرَّبِيعِ بْنِ مُسْلِمٍ جَمِيعًا عَنْ الرَّبِيعِ بْنِ مُسْلِمٍ ح و حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ كُلُّهُمْ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ زِيَادٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهَذَا غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِ الرَّبِيعِ بْنِ مُسْلِمٍ أَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ وَجْهَهُ وَجْهَ حِمَارٍ

Telah menceritakan kepada kami Amru an-Naqid dan Zuhair bin Harb keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ibrahim dari Yunus dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah dia berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah aman orang yang mengangkat kepalanya dalam sholatnya sebelum imam, karena Alloh akan mengubah bentuknya ke dalam bentuk keledai.” Telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Sallam al-Jumahi dan Abdurrahman bin ar-Rabi’ bin Muslim semuanya meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Muslim –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Ubaidulloh bin Muadz telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Syu’bah –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Hammad bin Salamah semuanya meriwayatkan dari Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah radhiyallohu’anhu dari Nabi Shallallohu’alaihiwasallam dengan isnad ini, hanya saja bahwa dalam hadits ar-Rabi’ bin Muslim terdapat redaksi, “Karena Alloh mengubah wajahnya menjadi wajah keledai.”

Perintah untuk membaguskan shalat, menyempurnakan dan khusyu’

262. Perintah untuk membaguskan shalat, menyempurnakan dan khusyu’

الأمر بتحسين الصلاة وإتمامها والخشوع فيها

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ الْهَمْدَانِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ الْوَلِيدِ يَعْنِي ابْنَ كَثِيرٍ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيُّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللَّهِ يَوْمًا ثُمَّ انْصَرَفَ فَقَالَ يَا فُلَانُ أَلَا تُحْسِنُ صَلَاتَكَ أَلَا يَنْظُرُ الْمُصَلِّي إِذَا صَلَّى كَيْفَ يُصَلِّي فَإِنَّمَا يُصَلِّي لِنَفْسِهِ إِنِّي وَاللَّهِ لَأُبْصِرُ مِنْ وَرَائِي كَمَا أُبْصِرُ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin al-‘Ala’ al-Hamdani telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari al-Walid, yaitu Ibnu Katsir telah menceritakan kepadaku Sa’id bin Abi Sa’id al-Maqburi dari bapaknya dari Abu Hurairah Radhiyallohu’anhu dia berkata, “Rasululloh sholat mengimami kami pada suatu hari, kemudian beliau berpaling seraya bersabda, ‘Wahai fulan, tidakkah kamu memperbagus sholatmu, tidakkah seorang yang sholat mencermati apabila dia sholat, bagaimana dia sholat. Dia sholat adalah untuk dirinya sendiri. Demi Alloh, aku melihat dari arah belakangku sebagaimana aku melihat dari arah depanku’.”

Riwayat #2

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ عَنْ مَالِكِ بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ هَلْ تَرَوْنَ قِبْلَتِي هَا هُنَا فَوَاللَّهِ مَا يَخْفَى عَلَيَّ رُكُوعُكُمْ وَلَا سُجُودُكُمْ إِنِّي لَأَرَاكُمْ وَرَاءَ ظَهْرِي

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dari Malik bin Anas dari Abu az-Zinad dari al-A’raj dari Abu Hurairah ra bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apakah kalian melihat kiblatku di sini. Demi Alloh, tidak samar bagiku rukuk kalian dan tidak pula sujud kalian. Aku melihat kalian dari arah belakang punggungku.”

Riwayat #3

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ قَالَ سَمِعْتُ قَتَادَةَ يُحَدِّثُ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَقِيمُوا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ فَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَرَاكُمْ مِنْ بَعْدِي وَرُبَّمَا قَالَ مِنْ بَعْدِ ظَهْرِي إِذَا رَكَعْتُمْ وَسَجَدْتُمْ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin al-Mutsanna dan Ibnu Basysyar keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dia berkata, “Saya mendengar Qatadah bercerita dari Anas bin Malik dari Nabi Shallallohu’alaihiwasallam beliau bersabda, “Dirikanlah rukuk dan sujud. Demi Alloh, aku melihat kalian dari arah belakangku.” Atau beliau bersabda, “Dari balik punggungku apabila kalian rukuk dan sujud.”

Riwayat #4

حَدَّثَنِي أَبُو غَسَّانَ الْمِسْمَعِيُّ حَدَّثَنَا مُعَاذٌ يَعْنِي ابْنَ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ سَعِيدٍ كِلَاهُمَا عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتِمُّوا الرُّكُوعَ وَالسُّجُودَ فَوَاللَّهِ إِنِّي لَأَرَاكُمْ مِنْ بَعْدِ ظَهْرِي إِذَا مَا رَكَعْتُمْ وَإِذَا مَا سَجَدْتُمْ
وَفِي حَدِيثِ سَعِيدٍ إِذَا رَكَعْتُمْ وَإِذَا سَجَدْتُمْ

Telah menceritakan kepada kami Abu Ghassan al-Misma’i telah menceritakan kepada kami Muadz, yaitu Ibnu Hisyam telah menceritakan kepadaku Bapakku –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin al-Mutsanna telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi ‘Adi dari Sa’id keduanya meriwayatkan dari Qatadah dari Anas bahwa Nabiyulloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalian sempurnakanlah rukuk dan sujud tersebut. Demi Alloh, aku melihat kalian dari arah belakang punggungku ketika kalian rukuk dan sujud.” Sedangkan dalam hadits Sa’id, “Jika kalian rukuk dan sujud.”

Laki-laki membaca tasbih dan perempuan menepuk tangan jika ingin mengingatkan sesuatu dalam shalat

261. Laki-laki membaca tasbih dan perempuan menepuk tangan jika ingin mengingatkan sesuatu dalam shalat

تسبيح الرجل وتصفيق المرأة إذا نابهما شيء في الصلاة

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ح و حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَحَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ التَّسْبِيحُ لِلرِّجَالِ وَالتَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ
زَادَ حَرْمَلَةُ فِي رِوَايَتِهِ قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَقَدْ رَأَيْتُ رِجَالًا مِنْ أَهْلِ الْعِلْمِ يُسَبِّحُونَ وَيُشِيرُونَ و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا الْفُضَيْلُ يَعْنِي ابْنَ عِيَاضٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ ح و حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ أَخْبَرَنَا عِيسَى بْنُ يُونُسَ كُلُّهُمْ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ أَبِي صَالِحٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا مَعْمَرٌ عَنْ هَمَّامٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ وَزَادَ فِي الصَّلَاةِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Amru an-Naqid serta Zuhair bin Harb mereka berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari az-Zuhri dari Abu Salamah dari Abu Hurairah ra dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf dan Harmalah bin Yahya keduanya berkata, telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab telah mengabarkan kepadaku Sa’id bin al-Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa keduanya mendengar Abu Hurairah ra berkata, “Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Tasbih untuk kaum laki-laki sedangkan tashfiq (bertepuk tangan) untuk kuam wanita.” Harmalah telah menambahkan dalam riwayatnya, “Ibnu Syihab berkata, ‘Aku telah melihat sekelompok laki-laki dari ahli ilmu bertasbih dan memberi isyarat’.” Dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami al-Fudhail, yaitu Ibnu ‘Iyadh –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Isa bin Yunus semuanya meriwayatkan dari al-A’masy dari Abu Shalih dari Abu Hurairah Radhiyallohu’anhu dari Nabi Shallallohu’alaihiwasallam dengan yang semisalnya. Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma’mar dari Hammam dari Abu Hurairah ra dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam dengan hadits semisalnya dan menambahkan “dalam sholat”.

Segela melaksanakan shalat jamaah jika imam terlambat, dan tidak khawatir

260. Segela melaksanakan shalat jamaah jika imam terlambat, dan tidak khawatir

تقديم الجماعة من يصلي بهم إذا تأخر الإمام ولم يخافوا

Riwayat #1

حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَهَبَ إِلَى بَنِي عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ لِيُصْلِحَ بَيْنَهُمْ فَحَانَتْ الصَّلَاةُ فَجَاءَ الْمُؤَذِّنُ إِلَى أَبِي بَكْرٍ فَقَالَ أَتُصَلِّي بِالنَّاسِ فَأُقِيمُ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَصَلَّى أَبُو بَكْرٍ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسُ فِي الصَّلَاةِ فَتَخَلَّصَ حَتَّى وَقَفَ فِي الصَّفِّ فَصَفَّقَ النَّاسُ وَكَانَ أَبُو بَكْرٍ لَا يَلْتَفِتُ فِي الصَّلَاةِ فَلَمَّا أَكْثَرَ النَّاسُ التَّصْفِيقَ الْتَفَتَ فَرَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَشَارَ إِلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ امْكُثْ مَكَانَكَ فَرَفَعَ أَبُو بَكْرٍ يَدَيْهِ فَحَمِدَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ عَلَى مَا أَمَرَهُ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ ذَلِكَ ثُمَّ اسْتَأْخَرَ أَبُو بَكْرٍ حَتَّى اسْتَوَى فِي الصَّفِّ وَتَقَدَّمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى ثُمَّ انْصَرَفَ فَقَالَ يَا أَبَا بَكْرٍ مَا مَنَعَكَ أَنْ تَثْبُتَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ مَا كَانَ لِابْنِ أَبِي قُحَافَةَ أَنْ يُصَلِّيَ بَيْنَ يَدَيْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لِي رَأَيْتُكُمْ أَكْثَرْتُمْ التَّصْفِيقَ مَنْ نَابَهُ شَيْءٌ فِي صَلَاتِهِ فَلْيُسَبِّحْ فَإِنَّهُ إِذَا سَبَّحَ الْتُفِتَ إِلَيْهِ وَإِنَّمَا التَّصْفِيحُ لِلنِّسَاءِ
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ أَبِي حَازِمٍ وَقَالَ قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ وَهُوَ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْقَارِيُّ كِلَاهُمَا عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ بِمِثْلِ حَدِيثِ مَالِكٍ وَفِي حَدِيثِهِمَا فَرَفَعَ أَبُو بَكْرٍ يَدَيْهِ فَحَمِدَ اللَّهَ وَرَجَعَ الْقَهْقَرَى وَرَاءَهُ حَتَّى قَامَ فِي الصَّفِّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بَزِيعٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الْأَعْلَى حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ قَالَ ذَهَبَ نَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصْلِحُ بَيْنَ بَنِي عَمْرِو بْنِ عَوْفٍ بِمِثْلِ حَدِيثِهِمْ وَزَادَ فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَخَرَقَ الصُّفُوفَ حَتَّى قَامَ عِنْدَ الصَّفِّ الْمُقَدَّمِ وَفِيهِ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ رَجَعَ الْقَهْقَرَى

Telah menceritakan kepadaku Yahya bin Yahya dia berkata, Aku membaca di hadapan Malik dari Abu Hazim dari Sahl bin Sa’d as-Sa’idi bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pergi kepada Bani Amru bin Auf untuk mendamaikan antara mereka, lalu tibalah waktu sholat, lalu mu’adzdzin datang kepada Abu Bakar, ‘Apakah kamu hendak sholat mengimami manusia, sehingga aku bisa mengumandangkan iqamat? ‘ Dia menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Lalu Abu Bakar sholat, lalu Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam datang, sedangkan manusia berada dalam sholat, lalu beliau melangkah hingga berhenti di shaf, lalu orang-orang menepuk tangan. Dan Abu Bakar tidak menoleh dalam sholat. Namun ketika orang-orang terus menerus menepuk, maka dia menoleh, lalu dia melihat Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam, lalu Rasululloh memberikan isyarat kepadanya agar tetap diam menetap di tempatmu.’ Lalu Abu Bakar mengangkat kedua tangannya, lalu memuji Alloh sesuai dengan yang diperintahkan Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam kepadanya dari hal tersebut. Kemudian Abu Bakar mundur hingga lurus pada shaf, dan Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam maju, lalu sholat. Kemudian (setelah selesai) beliau berpaling seraya berkata, ‘Wahai Abu Bakar, apa yang menghalangimu untuk menetap di tempatmu ketika aku memerintahkanmu? ‘ Abu Bakar menjawab, ‘Tidaklah layak bagi Ibnu Abi Quhafah untuk sholat di hadapan Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam.’ Maka Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Mengapa aku melihat kalian memperbanyak menepuk tangan, barangsiapa yang mengingatkan sesuatu dalam sholatnya maka hendaklah dia bertasbih, karena barangsiapa jika bertasbih, niscaya dia ditengok, sedangkan menepuk tangan adalah untuk kaum wanita.” Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz, yaitu Ibnu Abi Hazim, dan Qutaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Ya’qub, yaitu Ibnu Abdurrahman al-Qari keduanya meriwayatkan dari Abu Hazim dari Sahl bin Sa’d dengan hadits semisal hadits Malik, dan dalam hadits keduanya terdapat, “Lalu Abu Bakar mengangkat kedua tangannya, lalu memuji Alloh, dan dia kembali mundur ke belakangnya hingga dia berdiri pada shaf (makmum).” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdulloh bin Bazi’ telah mengabarkan kepada kami Abdul ‘A’la telah menceritakan kepada kami Ubaidulloh dari Abu Hazim dari Sahl bin Sa’d as-Sa’idi dia berkata, “Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam pergi mendamaikan antara Bani Amru bin Auf” sebagaimana hadits mereka. Dan dia menambahkan, “Lalu Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam datang, lalu menyibak (menerobos) barisan hingga berdiri di samping shaf yang terdepan.” Dan di dalamnya ada keterangan bahwa Abu Bakar kembali mundur.

Riwayat #2

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَحَسَنُ بْنُ عَلِيٍّ الْحُلْوَانِيُّ جَمِيعًا عَنْ عَبْدِ الرَّزَّاقِ قَالَ ابْنُ رَافِعٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ حَدِيثِ عَبَّادِ بْنِ زِيَادٍ أَنَّ عُرْوَةَ بْنَ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ الْمُغِيرَةَ بْنَ شُعْبَةَ أَخْبَرَهُ
أَنَّهُ غَزَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَبُوكَ قَالَ الْمُغِيرَةُ فَتَبَرَّزَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِبَلَ الْغَائِطِ فَحَمَلْتُ مَعَهُ إِدَاوَةً قَبْلَ صَلَاةِ الْفَجْرِ فَلَمَّا رَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيَّ أَخَذْتُ أُهَرِيقُ عَلَى يَدَيْهِ مِنْ الْإِدَاوَةِ وَغَسَلَ يَدَيْهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ غَسَلَ وَجْهَهُ ثُمَّ ذَهَبَ يُخْرِجُ جُبَّتَهُ عَنْ ذِرَاعَيْهِ فَضَاقَ كُمَّا جُبَّتِهِ فَأَدْخَلَ يَدَيْهِ فِي الْجُبَّةِ حَتَّى أَخْرَجَ ذِرَاعَيْهِ مِنْ أَسْفَلِ الْجُبَّةِ وَغَسَلَ ذِرَاعَيْهِ إِلَى الْمِرْفَقَيْنِ ثُمَّ تَوَضَّأَ عَلَى خُفَّيْهِ ثُمَّ أَقْبَلَ قَالَ الْمُغِيرَةُ فَأَقْبَلْتُ مَعَهُ حَتَّى نَجِدُ النَّاسَ قَدْ قَدَّمُوا عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ فَصَلَّى لَهُمْ فَأَدْرَكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى الرَّكْعَتَيْنِ فَصَلَّى مَعَ النَّاسِ الرَّكْعَةَ الْآخِرَةَ فَلَمَّا سَلَّمَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ قَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُتِمُّ صَلَاتَهُ فَأَفْزَعَ ذَلِكَ الْمُسْلِمِينَ فَأَكْثَرُوا التَّسْبِيحَ فَلَمَّا قَضَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاتَهُ أَقْبَلَ عَلَيْهِمْ ثُمَّ قَالَ أَحْسَنْتُمْ أَوْ قَالَ قَدْ أَصَبْتُمْ يَغْبِطُهُمْ أَنْ صَلَّوْا الصَّلَاةَ لِوَقْتِهَا
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ رَافِعٍ وَالْحُلْوَانِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ حَدَّثَنِي ابْنُ شِهَابٍ عَنْ إِسْمَعِيلَ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ حَمْزَةَ بْنِ الْمُغِيرَةِ نَحْوَ حَدِيثِ عَبَّادٍ قَالَ الْمُغِيرَةُ فَأَرَدْتُ تَأْخِيرَ عَبْدِ الرَّحْمَنِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعْهُ

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Rafi’ dan Hasan bin Ali al-Hulwani semuanya meriwayatkan dari Abdurrazzaq Ibnu Rafi’ berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari hadits ‘Abbad bin Ziyad bahwa Urwah bin al-Mughirah bin Syu’bah telah mengabarkan kepadanya bahwa al-Mughirah bin Syu’bah telah mengabarkan kepadanya “Bahwa dia berperang bersama Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pada perang Tabuk.” Al-Mughirah berkata, “Lalu Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam membuang hajat ke wc, lalu aku membawakan air sebelum sholat fajar. Ketika Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam kembali kepadaku, aku mulai menyiram kedua tangannya dengan air dari ember, lalu beliau mencuci kedua tangannya tiga kali, kemudian membasuk wajahnya, kemudian mulai mengeluarkan kedua lengannya dari jubahnya, lalu lengan jubahnya sempit, maka beliau memasukkan kedua tangannya ke dalam jubahnya hingga mengeluarkannya dari arah bawah jubah, lalu membasuh kedua lengannya hingga ke siku, kemudian berwudhu pada kedua khufnya kemudian kembali ke depan.” Al-Mughirah berkata, “Lalu aku beranjak bersama beliau hingga mendapatkan manusia yang telah menyuruh maju Abdurrahman bin Auf lalu dia mengimami mereka. Lalu Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam mendapati salah satu dari dua rakaat, lalu beliau sholat bersama manusia pada rakaat terakhir. Ketika Abdurrahman bin Auf mengucapkan salam, maka Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam berdiri menyempurnakan sholatnya, lalu hal tersebut mengambil perhatian kaum muslimin, lalu mereka memperbanyak tasbih. Ketika Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam menyelesaikan sholatnya, beliau menghadap mereka kemudian bersabda, “Kalian telah berbuat baik” atau beliau bersabda, “Kalian telah benar, membuat mereka termotivasi untuk melakukan sholat pada waktunya.” Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi’ dan al-Hulwani dia berkata, telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq dari Ibnu Juraij telah menceritakan kepadaku Ibnu Syihab dari Ismail bin Muhammad bin Sa’id dari Hamzah bin al-Mughirah semisal hadits Abbad. Al-Mughirah berkata, “Lalu aku bermaksud untuk mengakhirkan Abdurrahman, maka Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Biarkan dia.”