Category Archives: Haid

Dalil bahwa tidurnya orang yang duduk tidak membatalkan wudlu

238. Dalil bahwa tidurnya orang yang duduk tidak membatalkan wudlu

الدليل على أن نوم الجالس لا ينقض الوضوء

Riwayat #1

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ ح و حَدَّثَنَا شَيْبَانُ بْنُ فَرُّوخَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَارِثِ كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ عَنْ أَنَسٍ قَالَ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَجِيٌّ لِرَجُلٍ وَفِي حَدِيثِ عَبْدِ الْوَارِثِ وَنَبِيُّ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
يُنَاجِي الرَّجُلَ فَمَا قَامَ إِلَى الصَّلَاةِ حَتَّى نَامَ الْقَوْمُ

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ulayyah –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Syaiban bin Farrukh telah menceritakan kepada kami Abdul Warits keduanya meriwayatkan dari Abdul Aziz dari Anas dia berkata, “Sholat diiqamatkan, sedangkan Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam membisiki seorang laki-laki.” Dan dalam hadits Abdul Warits, “Dan Nabi Alloh membisiki seorang laki-laki, lalu beliau tidak mendirikan sholat hingga kaum tersebut tertidur.”

Riwayat #2

حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ سَمِعَ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ قَالَ
أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنَاجِي رَجُلًا فَلَمْ يَزَلْ يُنَاجِيهِ حَتَّى نَامَ أَصْحَابُهُ ثُمَّ جَاءَ فَصَلَّى بِهِمْ

Telah menceritakan kepada kami Ubaidulloh bin Muadz al-‘Anbari telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Abdul Aziz bin Shuhaib dia mendengar Anas bin Malik berkata, “Sholat telah diiqamatkan, sedangkan Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam membisiki seorang laki-laki, lalu beliau terus membisikinya hingga para sahabatnya tertidur, lalu beliau datang dan sholat mengimami mereka.”

Riwayat #3

و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ حَبِيبٍ الْحَارِثِيُّ حَدَّثَنَا خَالِدٌ وَهُوَ ابْنُ الْحَارِثِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُا
كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنَامُونَ ثُمَّ يُصَلُّونَ وَلَا يَتَوَضَّئُونَ قَالَ قُلْتُ سَمِعْتَهُ مِنْ أَنَسٍ قَالَ إِي وَاللَّهِ

Dan telah menceritakan kepadaku Yahya bin Habib al-Haritsi telah menceritakan kepada kami Khalid, yaitu Ibnu al-Harits telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dia berkata, saya mendengar Anas berkata, “Dahulu para sahabat Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam tertidur, kemudian mereka sholat tanpa berwudhu.” Dia berkata, “Aku berkata, ‘Aku mendengarnya dari Anas. Dia berkata, ‘Ya, demi Alloh’.”

Riwayat #4

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ صَخْرٍ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ أَنَّهُ قَالَ
أُقِيمَتْ صَلَاةُ الْعِشَاءِ فَقَالَ رَجُلٌ لِي حَاجَةٌ فَقَامَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُنَاجِيهِ حَتَّى نَامَ الْقَوْمُ أَوْ بَعْضُ الْقَوْمِ ثُمَّ صَلَّوْا

Telah menceritakan kepadaku Ahmad bin Sa’id bin Shakhr ad-Darimi telah menceritakan kepada kami Habban telah menceritakan kepada kami Hammad dari Tsabit dari Anas bahwasanya dia berkata, “Sholat Isya’ telah diiqamatkan, lalu seorang laki-laki berkata, ‘Aku mempunyai keperluan.’ Maka Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam membisikinya hingga para sahabatnya tertidur, atau sebagian sahabatnya. Kemudian mereka sholat (berjama’ah) ‘.”

Apa yang dibaca saat masuk WC

237. Apa yang dibaca saat masuk WC

ما يقول إذا أراد دخول الخلاء

Riwayat #1

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ وَقَالَ يَحْيَى أَيْضًا أَخْبَرَنَا هُشَيْمٌ كِلَاهُمَا عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ صُهَيْبٍ عَنْ أَنَسٍ
فِي حَدِيثِ حَمَّادٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ الْخَلَاءَ وَفِي حَدِيثِ هُشَيْمٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا دَخَلَ الْكَنِيفَ قَالَ اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ وَهُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بِهَذَا الْإِسْنَادِ وَقَالَ أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Zaid dan Yahya berkata juga telah mengabarkan kepada kami Husyaim keduanya meriwayatkan dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas dalam hadits Hammad, “Dahulu Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam apabila masuk WC” –Sedangkan dalam hadis Husyaim dengan redaksi “Bahwa Rasululloh apabila masuk tempat buang hajat–, maka beliau membaca, ‘ALLOOHUMMA INNI A’UUDZU BIKA MINAL KHUBUTSI WALKHOBA’ITS” Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan setan perempuan’.” Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Zuhair bin Harb keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ismail, yaitu Ibnu Ulayyah dari Abdul Aziz dengan sanad ini, dan dia berkata, ‘ A’UUDZU BILLAH MINAL KHUBUTSI WALKHOBA’ITS Aku berlindung kepada Alloh dari gangguan setan laki-laki dan setan perempuan’.”

Bolehnya orang yang berhadas makan, dan sungguh tidak ada kemakruhan dalam hal itu

236. Bolehnya orang yang berhadas makan, dan sungguh tidak ada kemakruhan dalam hal itu

جواز أكل المحدث الطعام وأنه لا كراهة في ذلك وأن

Riwayat #1

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى التَّمِيمِيُّ وَأَبُو الرَّبِيعِ الزَّهْرَانِيُّ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ وَقَالَ أَبُو الرَّبِيعِ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ الْخَلَاءِ فَأُتِيَ بِطَعَامٍ فَذَكَرُوا لَهُ الْوُضُوءَ فَقَالَ أُرِيدُ أَنْ أُصَلِّيَ فَأَتَوَضَّأَ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya at-Tamimi dan Abu ar-Rabi’ az-Zahrani berkata Yahya telah mengabarkan kepada kami Hammad bin Zaid dan berkata Abu ar-Rabi’ telah menceritakan kepada kami Hammad dari Amru bin Dinar dari Sa’id bin al-Huwairits dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam keluar dari WC, lalu beliau dibawakan makanan, maka mereka mengingatkan beliau untuk berwudhu, maka beliau bersabda, “Saya ingin sholat, maka saya berwudhu.”

Riwayat #2

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ عَمْرٍو عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ سَمِعْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُا
كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ مِنْ الْغَائِطِ وَأُتِيَ بِطَعَامٍ فَقِيلَ لَهُ أَلَا تَوَضَّأُ فَقَالَ لِمَ أَأُصَلِّي فَأَتَوَضَّأَ

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari Amru dari Sa’id bin al-Huwairits saya mendengar Ibnu Abbas berkata, “Kami pernah di sisi Nabi Shallallohu’alaihiwasallam, lalu beliau datang dari WC, dan beliau dibawakan makanan, maka dikatakan kepada beliau, ‘Tidakkah kamu berwudhu?.’ Maka beliau bersabda, ‘Mengapa harus berwudhu, apakah saya akan sholat sehingga harus berwudhu’.”

Riwayat #3

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ الطَّائِفِيُّ عَنْ عَمْرِو بْنِ دِينَارٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ مَوْلَى آلِ السَّائِبِ أَنَّهُ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ قَالَ
ذَهَبَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْغَائِطِ فَلَمَّا جَاءَ قُدِّمَ لَهُ طَعَامٌ فَقِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلَا تَوَضَّأُ قَالَ لِمَ أَلِلصَّلَاةِ

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Muslim ath-Thaifi dari Amru bin Dinar dari Sa’id bin al-Huwairits, maula Ali as-Sa’ib bahwa dia mendengar Abdulloh bin Abbas berkata, “Rasululloh pernah ke WC, ketika beliau datang, maka dibawakanlah makanan kepadanya, maka dikatakan kepada beliau, ‘Wahai Rasululloh, tidakkah kamu berwudhu? ‘ Beliau menjawab, ‘Kenapa, apakah untuk sholat? ‘.”

Riwayat #4

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَبَلَةَ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ عَنْ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ حُوَيْرِثٍ أَنَّهُ سَمِعَ ابْنَ عَبَّاسٍ يَقُولُا
إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَضَى حَاجَتَهُ مِنْ الْخَلَاءِ فَقُرِّبَ إِلَيْهِ طَعَامٌ فَأَكَلَ وَلَمْ يَمَسَّ مَاءً
قَالَ وَزَادَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِيلَ لَهُ إِنَّكَ لَمْ تَوَضَّأْ قَالَ مَا أَرَدْتُ صَلَاةً فَأَتَوَضَّأَ وَزَعَمَ عَمْرٌو أَنَّهُ سَمِعَ مِنْ سَعِيدِ بْنِ الْحُوَيْرِثِ

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Amru bin Abbad bin Jabalah telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim dari Ibnu Juraij dia berkata, telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Huwairits bahwa dia mendengar Ibnu Abbas berkata, ” Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam membuang hajatnya dari WC, lalu didekatkan kepadanya makanan, lalu beliau makan tanpa mengusap air (wudhu).” Dia berkata, dan menambahkan kepadaku Amru bin Dinar dari Sa’id bin al-Huwairits bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam dikatakan kepada beliau, “Kamu belum berwudhu.” Beliau menjawab, “Aku tidak berkeinginan untuk sholat, maka (mengapa aku harus) berwudhu?.” Amru mengklaim bahwa dia mendengar dari Sa’id bin al-Huwairits.

Dzikir kepada Allah saat junub dan selainnya

235. Dzikir kepada Allah saat junub dan selainnya

ذكر الله تعالى في حال الجنابة وغيرها

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ وَإِبْرَاهِيمُ بْنُ مُوسَى قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي زَائِدَةَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ خَالِدِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ الْبَهِيِّ عَنْ عُرْوَةَ عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَذْكُرُ اللَّهَ عَلَى كُلِّ أَحْيَانِهِ

Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib Muhammad bin al-‘Ala’ dan Ibrahim bin Musa keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Zaidah dari bapaknya dari Khalid bin Salamah dari al-Bahi dari Urwah dari Aisyah dia berkata, “Dahulu Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam berdzikir kepada Alloh dalam setiap keadaannya.”

Dalil bahwa seorang Muslim tidak najis

234. Dalil bahwa seorang Muslim tidak najis

الدليل على أن المسلم لا ينجس

Riwayat #1

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ قَالَ حُمَيْدٌ حَدَّثَنَا ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ ابْنُ عُلَيَّةَ عَنْ حُمَيْدٍ الطَّوِيلِ قَالَ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ
أَنَّهُ لَقِيَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَرِيقٍ مِنْ طُرُقِ الْمَدِينَةِ وَهُوَ جُنُبٌ فَانْسَلَّ فَذَهَبَ فَاغْتَسَلَ فَتَفَقَّدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمَّا جَاءَهُ قَالَ أَيْنَ كُنْتَ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقِيتَنِي وَأَنَا جُنُبٌ فَكَرِهْتُ أَنْ أُجَالِسَكَ حَتَّى أَغْتَسِلَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُبْحَانَ اللَّهِ إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَا يَنْجُسُ

Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Yahya yaitu Ibnu Sa’id berkata Humaid, telah menceritakan kepada kami, –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah sedangkan lafazh tersebut miliknya, telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ulayah dari Humaid ath-Thawil dia berkata, telah menceritakan kepada kami Bakar bin Abdulloh dari Abu Rafi’ dari Abu Hurairah bahwasanya dia bertemu Nabi Shallallohu’alaihiwasallam di salah satu jalan di Madinah, sedangkan beliau dalam keadaan berjunub. Maka dia menyelinap yaitu mengelakkan diri dari bertemu Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam dan pergi untuk mandi sehingga Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam mencari-carinya. Ketika beliau datang kembali, beliau pun bertanya, “Ke mana kamu pergi wahai Abu Hurairah! Dia menjawab, “Wahai Rasululloh! Kamu ingin menemuiku sedangkan aku dalam keadaan berjunub. Aku merasa tidak suka untuk duduk bersama kamu hingga aku mandi. Lalu Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam bersabda, “Maha Suci Alloh! orang mukmin itu tidak najis.”

Riwayat #2

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا وَكِيعٌ عَنْ مِسْعَرٍ عَنْ وَاصِلٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ حُذَيْفَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَقِيَهُ وَهُوَ جُنُبٌ فَحَادَ عَنْهُ فَاغْتَسَلَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ كُنْتُ جُنُبًا قَالَ إِنَّ الْمُسْلِمَ لَا يَنْجُسُ

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Abu Kuraib keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Waki’ dari Mis’ar dari Washil dari Abu Wa’il dari Hudzaifah bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam menemuinya, sedangkan dia dalam keadaan junub, maka dia menjauhkan diri, lalu mandi, kemudian dia mendatangi Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam, seraya berkata, “Saya tadi sedang junub.” Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ” Seorang muslim tidak najis.”

Tayamum

233. Tayamum

التيمم

Riwayat #1

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْقَاسِمِ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ
خَرَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ حَتَّى إِذَا كُنَّا بِالْبَيْدَاءِ أَوْ بِذَاتِ الْجَيْشِ انْقَطَعَ عِقْدٌ لِي فَأَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْتِمَاسِهِ وَأَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ وَلَيْسُوا عَلَى مَاءٍ وَلَيْسَ مَعَهُمْ مَاءٌ فَأَتَى النَّاسُ إِلَى أَبِي بَكْرٍ فَقَالُوا أَلَا تَرَى إِلَى مَا صَنَعَتْ عَائِشَةُ أَقَامَتْ بِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبِالنَّاسِ مَعَهُ وَلَيْسُوا عَلَى مَاءٍ وَلَيْسَ مَعَهُمْ مَاءٌ فَجَاءَ أَبُو بَكْرٍ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاضِعٌ رَأْسَهُ عَلَى فَخِذِي قَدْ نَامَ فَقَالَ حَبَسْتِ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَالنَّاسَ وَلَيْسُوا عَلَى مَاءٍ وَلَيْسَ مَعَهُمْ مَاءٌ قَالَتْ فَعَاتَبَنِي أَبُو بَكْرٍ وَقَالَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَقُولَ وَجَعَلَ يَطْعُنُ بِيَدِهِ فِي خَاصِرَتِي فَلَا يَمْنَعُنِي مِنْ التَّحَرُّكِ إِلَّا مَكَانُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى فَخِذِي فَنَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى أَصْبَحَ عَلَى غَيْرِ مَاءٍ فَأَنْزَلَ اللَّهُ آيَةَ التَّيَمُّمِ فَتَيَمَّمُوا فَقَالَ أُسَيْدُ بْنُ الْحُضَيْرِ وَهُوَ أَحَدُ النُّقَبَاءِ مَا هِيَ بِأَوَّلِ بَرَكَتِكُمْ يَا آلَ أَبِي بَكْرٍ فَقَالَتْ عَائِشَةُ فَبَعَثْنَا الْبَعِيرَ الَّذِي كُنْتُ عَلَيْهِ فَوَجَدْنَا الْعِقْدَ تَحْتَهُ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata, “Saya membaca di hadapan Malik dari Abdurrahman bin al-Qasim dari bapaknya dari Aisyah radhiyallohu’anha bahwa dia berkata, “Kami pernah keluar bersama-sama Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam dalam sebagian perjalanan beliau. Hingga ketika kami tiba di al-Baida’ atau di Zatul Jaisy, kalung leherku terputus dan Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam pun mulai mencarinya. Orang-orang juga turut mencarinya bersama Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam sedangkan mereka tidak di tempat yang ada airnya dan mereka tidak mempunyai air sedikit pun. Kemudian orang-orang datang menemui Abu Bakar lalu berkata, ‘Tidakkah kamu melihat sesuatu yang telah dilakukan oleh Aisyah? ‘ Dia telah menyebabkan Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam, dan orang-orang mencari kalung lehernya sedangkan mereka tidak di tempat yang ada airnya dan mereka juga tidak mempunyai air sedikit pun? Kemudian Abu Bakar mendatangiku dan ketika itu Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam. sedang tidur dengan meletakkan kepala beliau di atas pahaku. Dia berkata, ‘Kamu telah menahan Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam dan orang-orang, sedangkan mereka semuanya tidak berada di tempat yang ada airnya dan mereka juga tidak mempunyai air sedikit pun’. Aisyah berkata, ‘Abu bakar mencelaku dengan kata-kata “Maa-syaa-Allaah” hingga dia memencet pangkal pahaku dengan tangannya. Aku tidak dapat bergerak karena Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam berada di atas pahaku. Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam tidur hingga keesokan harinya bangun tanpa ada air sedikit pun. Kemudian Alloh menurunkan ayat tayamum. Mereka pun bertayamum. Sehubungan dengan itu, Usaid bin al-Hudhair, salah seorang pemimpin berkata, “Ini bukanlah keberkatan yang pertama kali bagi kamu, wahai keluarga Abu Bakar! Lalu Aisyah pun berkata, “Kemudian kami mencari unta yang aku naiki maka kami menemui kalung itu di bawahnya”.

Riwayat #2

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ وَابْنُ بِشْرٍ عَنْ هِشَامٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَائِشَةَ
أَنَّهَا اسْتَعَارَتْ مِنْ أَسْمَاءَ قِلَادَةً فَهَلَكَتْ فَأَرْسَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِهِ فِي طَلَبِهَا فَأَدْرَكَتْهُمْ الصَّلَاةُ فَصَلَّوْا بِغَيْرِ وُضُوءٍ فَلَمَّا أَتَوْا النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَكَوْا ذَلِكَ إِلَيْهِ فَنَزَلَتْ آيَةُ التَّيَمُّمِ فَقَالَ أُسَيْدُ بْنُ حُضَيْرٍ جَزَاكِ اللَّهُ خَيْرًا فَوَاللَّهِ مَا نَزَلَ بِكِ أَمْرٌ قَطُّ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ لَكِ مِنْهُ مَخْرَجًا وَجَعَلَ لِلْمُسْلِمِينَ فِيهِ بَرَكَةً

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Abu Usamah –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dan Ibnu Bisyr dari Hisyam dari bapaknya dari Aisyah bahwa dia meminjam kalung dari Asma’, lalu kalung itu hilang. Maka Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam mengutus orang dari kalangan sahabatnya untuk mencarinya. Lalu tiba waktu sholat, maka mereka sholat tanpa berwudhu. Ketika mereka mendatangi Nabi Shallallohu’alaihiwasallam, maka mereka mengadukan hal tersebut kepada beliau, maka turunlah ayat tayammum. Lalu Usaid bin Hudhair berkata, “Semoga Alloh memberikan pahala kepadamu. Demi Alloh, tidaklah suatu perkara turun padamu melainkan Alloh menjadikan jalan keluar untukmu, dan menjadikan keberkahan bagi kaum mukminin di dalamnya.”

Riwayat #3

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَابْنُ نُمَيْرٍ جَمِيعًا عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ شَقِيقٍ قَالَ كُنْتُ جَالِسًا مَعَ عَبْدِ اللَّهِ وَأَبِي مُوسَى فَقَالَ أَبُو مُوسَى
يَا أَبَا عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلًا أَجْنَبَ فَلَمْ يَجِدْ الْمَاءَ شَهْرًا كَيْفَ يَصْنَعُ بِالصَّلَاةِ فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَا يَتَيَمَّمُ وَإِنْ لَمْ يَجِدْ الْمَاءَ شَهْرًا فَقَالَ أَبُو مُوسَى فَكَيْفَ بِهَذِهِ الْآيَةِ فِي سُورَةِ الْمَائِدَةِ
{ فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا }
فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ لَوْ رُخِّصَ لَهُمْ فِي هَذِهِ الْآيَةِ لَأَوْشَكَ إِذَا بَرَدَ عَلَيْهِمْ الْمَاءُ أَنْ يَتَيَمَّمُوا بِالصَّعِيدِ فَقَالَ أَبُو مُوسَى لِعَبْدِ اللَّهِ أَلَمْ تَسْمَعْ قَوْلَ عَمَّارٍ بَعَثَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدْ الْمَاءَ فَتَمَرَّغْتُ فِي الصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ الدَّابَّةُ ثُمَّ أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ الْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً ثُمَّ مَسَحَ الشِّمَالَ عَلَى الْيَمِينِ وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ
فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ أَوَلَمْ تَرَ عُمَرَ لَمْ يَقْنَعْ بِقَوْلِ عَمَّارٍ و حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْوَاحِدِ حَدَّثَنَا الْأَعْمَشُ عَنْ شَقِيقٍ قَالَ قَالَ أَبُو مُوسَى لِعَبْدِ اللَّهِ وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِقِصَّتِهِ نَحْوَ حَدِيثِ أَبِي مُعَاوِيَةَ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ هَكَذَا وَضَرَبَ بِيَدَيْهِ إِلَى الْأَرْضِ فَنَفَضَ يَدَيْهِ فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَكَفَّيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Ibnu Numair semuanya meriwayatkan dari Abu Muawiyah Abu Bakar berkata, telah menceritakan kepada kami Abu Muawiyah dari al-A’masy dari Syaqiq dia berkata, dia berkata, “Aku duduk bersama Abdulloh dan Abu Musa al-Asy’ari. Kemudian Abu Musa berkata kepada Abdulloh, ‘Wahai ayah Abdurrahman, seandainya seorang lelaki berjunub lalu dia tidak mendapatkan air selama sebulan, bagaimanakah yang harus dia lakukan dengan sholatnya? ‘ Maka Abdulloh berkata, ‘Dia tidak boleh bertayamum, sekalipun dia tidak mendapati air selama sebulan’. Abu Musa berkata, ‘Bagaimana dengan ayat di dalam surah al-Maidah, “Lalu kamu tidak mendapat air (untuk berwudhu dan mandi) maka hendaklah kamu bertayamum dengan tanah yang suci.” (QS. Almaidah; 6), Abdulloh berkata, ‘Andai mereka diberi keringanan dengan ayat tersebut, niscaya apabila mereka merasakan air itu dingin maka mereka akan bertayamum dengan tanah.’ Maka Abu Musa berkata kepada Abdulloh, ‘Tidakkah kamu telah mendengar kata-kata Ammar, ‘Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam telah mengutusku untuk suatu keperluan kemudian aku berjunub, lalu aku tidak mendapati air, maka aku menggulingkan badan ke tanah sebagaimana binatang melata menggulingkan badannya?. Kemudian kutemui Nabi Shallallohu’alaihiwasallam dan kuceritakan perkara tersebut kepada beliau Shallallohu’alaihiwasallam. Maka Beliau bersabda, ‘Sudah cukup memadai bagi kamu dengan kamu menepukkan tangan kamu begini, kemudian beliau menepukkan tangan beliau ke tanah dengan satu tepukan, kemudian beliau menyapu tangan kiri beliau pada tangan kanan dan belakang kedua tapak tangan serta wajah beliau.” Abdulloh berkata, “Apakah kamu tidak melihat bahwa Umar tidak puas dengan perkataan Ammar?.” Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kamil al-Jahdari telah menceritakan kepada kami Abdu Wahid telah menceritakan kepada kami al-A’masy dari Syaqiq dia berkata, Abu Musa berkata kepada Abdulloh, dan ia menggiring hadits tersebut dengan kisahnya semisal hadits Abu Mu’awiyah, hanya saja dia berkata, “Maka Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Cukup memadai bagi kamu untuk mengatakan demikian, lalu beliau memukulkan kedua tangannya pada tanah, lalu mengibaskan kedua tangannya, lalu dia mengusap wajah dan kedua telapak tangannya’.”

Riwayat #4

حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ هَاشِمٍ الْعَبْدِيُّ حَدَّثَنَا يَحْيَى يَعْنِي ابْنَ سَعِيدٍ الْقَطَّانَ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي الْحَكَمُ عَنْ ذَرٍّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ
أَنَّ رَجُلًا أَتَى عُمَرَ فَقَالَ إِنِّي أَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدْ مَاءً فَقَالَ لَا تُصَلِّ فَقَالَ عَمَّارٌ أَمَا تَذْكُرُ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ أَنَا وَأَنْتَ فِي سَرِيَّةٍ فَأَجْنَبْنَا فَلَمْ نَجِدْ مَاءً فَأَمَّا أَنْتَ فَلَمْ تُصَلِّ وَأَمَّا أَنَا فَتَمَعَّكْتُ فِي التُّرَابِ وَصَلَّيْتُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَضْرِبَ بِيَدَيْكَ الْأَرْضَ ثُمَّ تَنْفُخَ ثُمَّ تَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَكَ وَكَفَّيْكَ فَقَالَ عُمَرُ اتَّقِ اللَّهَ يَا عَمَّارُ قَالَ إِنْ شِئْتَ لَمْ أُحَدِّثْ بِهِ
قَالَ الْحَكَمُ وَحَدَّثَنِيهِ ابْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ مِثْلَ حَدِيثِ ذَرٍّ قَالَ وَحَدَّثَنِي سَلَمَةُ عَنْ ذَرٍّ فِي هَذَا الْإِسْنَادِ الَّذِي ذَكَرَ الْحَكَمُ فَقَالَ عُمَرُ نُوَلِّيكَ مَا تَوَلَّيْتَ و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ حَدَّثَنَا النَّضْرُ بْنُ شُمَيْلٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْحَكَمِ قَالَ سَمِعْتُ ذَرًّا عَنْ ابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى قَالَ قَالَ الْحَكَمُ وَقَدْ سَمِعْتَهُ مِنْ ابْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبْزَى عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلًا أَتَى عُمَرَ فَقَالَ إِنِّي أَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدْ مَاءً وَسَاقَ الْحَدِيثَ وَزَادَ فِيهِ قَالَ عَمَّارٌ يَا أَمِيرَ الْمُؤْمِنِينَ إِنْ شِئْتَ لِمَا جَعَلَ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ حَقِّكَ لَا أُحَدِّثُ بِهِ أَحَدًا وَلَمْ يَذْكُرْ حَدَّثَنِي سَلَمَةُ عَنْ ذَرٍّ

Telah menceritakan kepadaku Abdulloh bin Hasyim al-‘Abdi telah menceritakan kepada kami Yahya yaitu Ibnu sa’id al-Qaththan dari Syu’bah dia berkata, telah menceritakan kepadaku al-Hakam dari Dzarr dari Sa’id bin Abdurrahman bin Abza dari bapaknya bahwa seorang laki-laki mendatangi Umar seraya berkata, ” aku berjunub, lalu tidak mendapatkan air.” Maka dia berkata, “Janganlah kamu sholat!” Lalu Ammar berkata, “Tidakkah kamu ingat wahai Amirul Mukminin ketika saya dan kamu berada dalam suatu laskar, lalu kita berjunub, lalu kita tidak mendapatkan air. Adapun kamu, maka kamu tidak melakukan sholat, sedangkan saya maka saya berguling-guling di tanah, lalu aku sholat. Maka Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sudah cukup memadai bagi kamu untuk memukulkan kedua tanganmu pada tanah, kemudian meniupnya, kemudian kamu mengusap wajah dan kedua tanganmu dengan keduanya.” Maka Umar berkata, “Bertakwalah kepada Alloh wahai Ammar!” Dia berkata, “Jika kamu tidak berkenan maka aku tidak akan menceritakannya.” Al-Hakam berkata, dan telah menceritakannya kepadaku Ibnu Abdirrahman bin Abza dari bapaknya semisal hadits Dzarr, dia berkata, dan telah menceritakan kepadaku Salamah dari Dzarr dalam isnad ini yang disebutkan oleh al-Hakam seraya Umar berkata, “Kami mengangkatmu menjadi wali atas sesuatu yang kamu kuasai (ungkapan persetujuan untuk disampaikannya hadits tersebut, pent).” Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur telah menceritakan kepada kami an-Nadhar bin Syumail telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari al-Hakam dia berkata, “Saya mendengar Dzarr dari Ibnu Abdurrahman bin Abza dia berkata, al-Hakam berkata, dan kamu telah mendengarnya dari Ibnu Abdurrahman bin Abza dari bapaknya bahwa seorang laki-laki mendatangi Umar seraya berkata, ” Aku junub, lalu aku tidak mendapatkan air.” Lalu dia membawakan hadits tersebut, dan menambahinya. Ammar berkata, “Wahai Amirul Mukminin, jika kamu berkenan terhadap hakmu yang Alloh jadikan atasku, aku tidak akan menceritakannya kepada (semua) orang (kecuali hanya sebagian saja).” Dan dia tidak menyebutkan telah menceritakan kepada kami Salamah dari Dzarr.

Riwayat #5

قَالَ مُسْلِم وَرَوَى اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ هُرْمُزَ عَنْ عُمَيْرٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّهُ سَمِعَهُ يَقُولُ
أَقْبَلْتُ أَنَا وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ يَسَارٍ مَوْلَى مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى دَخَلْنَا عَلَى أَبِي الْجَهْمِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ الصِّمَّةِ الْأَنْصَارِيِّ فَقَالَ أَبُو الْجَهْمِ أَقْبَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ نَحْوِ بِئْرِ جَمَلٍ فَلَقِيَهُ رَجُلٌ فَسَلَّمَ عَلَيْهِ فَلَمْ يَرُدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِ حَتَّى أَقْبَلَ عَلَى الْجِدَارِ فَمَسَحَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ ثُمَّ رَدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ

Muslim berkata, dan al-Laits bin Sa’d meriwayatkan dari Ja’far bin Rabi’ah dari Abdurrahman bin Hurmuz dari Umair maula Ibnu Abbas bahwasanya dia mendengarnya berkata, aku dan Abdurrahman bin Yasar, maula Maimunah, istri Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam menghadap Rasululloh, hingga kami mampir pada Abu al-Jahm bin al-Harits bin ash-Shammah al-Anshari. Maka Abu al-Jahm berkata, “Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam datang dari arah sumur Jamal, lalu seorang laki-laki bertemu dengannya, dan ia ucapkan salam kepada beliau, tetapi Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam tidak menjawabnya hingga beliau sampai di dinding, lalu beliau usap wajahnya dan kedua tangannya, barulah beliau menjawab salam tersebut.”

Riwayat #6

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ الضَّحَّاكِ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ
أَنَّ رَجُلًا مَرَّ وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَبُولُ فَسَلَّمَ فَلَمْ يَرُدَّ عَلَيْهِ

Telah menceritakan kepada kami Muhamad bin Abdulloh bin Numair telah menceritakan kepada kami bapakku telah menceritakan kepada kami Sufyan dari adh-Dhahhak bin Utsman dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwa seorang laki-laki pernah melewati Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam yang saat itu sedang buang air kecil, lalu dia mengucapkan salam kepada beliau, namun beliau tidak menjawabnya.

Sucinya kulit bangaki dengan disamak

232. Sucinya kulit bangaki dengan disamak

طهارة جلود الميتة بالدباغ

Riwayat #1

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ يَحْيَى أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
تُصُدِّقَ عَلَى مَوْلَاةٍ لِمَيْمُونَةَ بِشَاةٍ فَمَاتَتْ فَمَرَّ بِهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ هَلَّا أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا فَدَبَغْتُمُوهُ فَانْتَفَعْتُمْ بِهِ فَقَالُوا إِنَّهَا مَيْتَةٌ فَقَالَ إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا
قَالَ أَبُو بَكْرٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ فِي حَدِيثِهِمَا عَنْ مَيْمُونَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, Abu Bakar bin Abi Syaibah, Amru an-Naqid dan Ibnu Abi Umar semuanya meriwayatkan dari Ibnu Uyainah Yahya berkata, telah mengabarkan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari az-Zuhri dari Ubaidulloh bin Abdulloh dari Ibnu Abbas, “Hamba milik Maimunah radhiyallohu’anha pernah diberi sedekah seekor kambing, kemudian kambing tersebut mati. (Tidak berapa lama kemudian) Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam melalui tempat tersebut dan bersabda, “Mengapa kamu tidak mengambil kulit bangkai tersebut dan menyamaknya agar kamu bisa memanfaatkannya?” Mereka berkata, “Ia sudah menjadi bangkai.” Beliau bersabda, ” yang diharamkan hanyalah memakannya.” Abu Bakar dan Ibnu Abi Umar berkata dalam hadits keduanya dari Maimunah radhiyallohu’anha.

Riwayat #2

و حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَحَرْمَلَةُ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَ شَاةً مَيْتَةً أُعْطِيَتْهَا مَوْلَاةٌ لِمَيْمُونَةَ مِنْ الصَّدَقَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَلَّا انْتَفَعْتُمْ بِجِلْدِهَا قَالُوا إِنَّهَا مَيْتَةٌ فَقَالَ إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا
حَدَّثَنَا حَسَنٌ الْحُلْوَانِيُّ وَعَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ جَمِيعًا عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ صَالِحٍ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ بِنَحْوِ رِوَايَةِ يُونُسَ

Dan telah menceritakan kepadaku Abu ath-Thahir dan Harmalah keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus dari Ibnu Syihab dari Ubaidulloh bin Abdulloh bin Utbah dari Ibnu Abbas bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam mendapati kambing mati yang telah diberikan sebagai sedekah kepada maula Maimunah, maka Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mengapa kalian tidak memanfaatkannya dengan menyamaknya?” Mereka berkata, “Ia sudah menjadi bangkai.” Maka beliau bersabda, “Yang diharamkan hanyalah memakannya.” Telah menceritakan kepada kami Hasan al-Hulwani dan ‘Abd bin Humaid semuanya meriwayatkan dari Ya’qub bin Ibrahim bin Sa’d telah menceritakan kepadaku bapakku dari Shalih dari Ibnu Syihab dengan isnad ini dengan riwayat semisal Yunus.

Riwayat #3

و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ وَعَبْدُ اللَّهِ بْنُ مُحَمَّدٍ الزُّهْرِيُّ وَاللَّفْظُ لِابْنِ أَبِي عُمَرَ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِشَاةٍ مَطْرُوحَةٍ أُعْطِيَتْهَا مَوْلَاةٌ لِمَيْمُونَةَ مِنْ الصَّدَقَةِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَّا أَخَذُوا إِهَابَهَا فَدَبَغُوهُ فَانْتَفَعُوا بِهِ

Dan telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Umar dan Abdulloh bin Muhammad az-Zuhri dan lafazh tersebut milik Ibnu Abi Umar. Keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Amru dari ‘Atha’ dari Ibnu Abbas bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melewati kambing yang dibuang yang telah diberikan kepada budak Maimunah sebagai sedekah. Maka Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mengapa kalian tidak mengambil kulitnya, lalu menyamaknya, sehingga kalian bisa memanfaatkannya.”

Riwayat #4

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ النَّوْفَلِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَاصِمٍ حَدَّثَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ دِينَارٍ أَخْبَرَنِي عَطَاءٌ مُنْذُ حِينٍ قَالَ أَخْبَرَنِي ابْنُ عَبَّاسٍ أَنَّ مَيْمُونَةَ أَخْبَرَتْهُ
أَنَّ دَاجِنَةً كَانَتْ لِبَعْضِ نِسَاءِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَمَاتَتْ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَّا أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا فَاسْتَمْتَعْتُمْ بِهِ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Utsman an-Naufali telah menceritakan kepada kami Abu ‘Ashim telah menceritakan kepada kami Ibnu Juraij telah mengabarkan kepadaku Amru bin Dinar telah mengabarkan kepadaku ‘Atha’ sejak dahulu, dia berkata, telah mengabarkan kepadaku Ibnu Abbas bahwa Maimunah telah mengabarkan kepadanya bahwa hewan ternak milik sebagian istri Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam meninggal, maka Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Mengapa kalian tidak mengambil kulitnya, lalu kalian mengambil manfaatnya.”

Riwayat #5

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي سُلَيْمَانَ عَنْ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّ بِشَاةٍ لِمَوْلَاةٍ لِمَيْمُونَةَ فَقَالَ أَلَّا انْتَفَعْتُمْ بِإِهَابِهَا

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Abdurrahim bin Sulaiman dari Abdul Malik bin Abi Sulaiman dari Atha’ dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam melewati kambing milik mauliyat Maimunah, maka beliau bersabda, “Mengapa kamu tidak memanfaatkan kulitnya?.”

Riwayat #6

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ بِلَالٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ وَعْلَةَ أَخْبَرَهُ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِذَا دُبِغَ الْإِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ
و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ ح و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ يَعْنِي ابْنَ مُحَمَّدٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ جَمِيعًا عَنْ وَكِيعٍ عَنْ سُفْيَانَ كُلُّهُمْ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ وَعْلَةَ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِهِ يَعْنِي حَدِيثَ يَحْيَى بْنِ يَحْيَى

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya telah mengabarkan kepada kami Sulaiman bin Bilal dari Zaid bin Aslam bahwa Abdurrahman bin Wa’lah telah mengabarkan kepadanya dari Abdulloh bin Abbas dia berkata, “Saya mendengar Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila kulit telah disamak, maka sungguh ia telah suci.” Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah dan Amru an-Naqid keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Ibnu Uyainah -lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz, yaitu Ibnu Muhammad –lewat jalur periwayatan lain– dan Telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib dan Ishaq bin Ibrahim semuanya meriwayatkan dari Waki’ dar Sufyan semuanya meriwayatkan dari Zaid bin Aslam dari Abdurrahman bin Wa’lah dari Ibnu Abbas dari Nabi Shallallohu’alaihiwasallam dengan semisalnya, yaitu hadits Yahya bin Yahya.

Riwayat #7

حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ قَالَ أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا وَقَالَ ابْنُ مَنْصُورٍ أَخْبَرَنَا عَمْرُو بْنُ الرَّبِيعِ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ أَنَّ أَبَا الْخَيْرِ حَدَّثَهُ قَالَ رَأَيْتُ عَلَى ابْنِ وَعْلَةَ السَّبَإِيِّ فَرْوًا فَمَسِسْتُهُ فَقَالَ مَا لَكَ تَمَسُّهُ قَدْ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ قُلْتُ
إِنَّا نَكُونُ بِالْمَغْرِبِ وَمَعَنَا الْبَرْبَرُ وَالْمَجُوسُ نُؤْتَى بِالْكَبْشِ قَدْ ذَبَحُوهُ وَنَحْنُ لَا نَأْكُلُ ذَبَائِحَهُمْ وَيَأْتُونَا بِالسِّقَاءِ يَجْعَلُونَ فِيهِ الْوَدَكَ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ قَدْ سَأَلْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ ذَلِكَ فَقَالَ دِبَاغُهُ طَهُورُهُ

Telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur dan Abu Bakar bin Ishaq Abu Bakar berkata, telah menceritakan kepada kami, sedangkan Ibnu Manshur berkata, telah mengabarkan kepada kami Amru bin ar-Rabi’ telah mengabarkan kepada kami Yahya Bin Ayyub dari Yazid bin Abi Habib bahwa Abu al-Khair telah menceritakan kepadannya, dia berkata, “Aku melihat baju kulit Ibnu Wa’lah as-Saba’i, lalu aku memegangnya. Maka dia bertanya, ‘Mengapa kamu memegangnya? Aku telah bertanya kepada Abdulloh bin Abbas. Aku berkata, ‘Aku berada di Maroko, dan kami bersama kaum Barbar dan Majusi, ketika itu dibawakan domba yang telah mereka sembelih, sedangkan kami tidak memakan sembelihan mereka. Dan mereka telah mendatangi kami dengan membawa geriba yang mereka gunakan untuk menyimpan lemak.” Maka Ibnu Abbas berkata, “Kami telah menanyakan Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam tentang hal tersebut, maka beliau menjawab, ‘Menyamaknya adalah cara menyucikannya’.”

Riwayat #8

و حَدَّثَنِي إِسْحَقُ بْنُ مَنْصُورٍ وَأَبُو بَكْرِ بْنُ إِسْحَقَ عَنْ عَمْرِو بْنِ الرَّبِيعِ أَخْبَرَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ حَدَّثَهُ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ وَعْلَةَ السَّبَإِيُّ قَالَ سَأَلْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ قُلْتُ
إِنَّا نَكُونُ بِالْمَغْرِبِ فَيَأْتِينَا الْمَجُوسُ بِالْأَسْقِيَةِ فِيهَا الْمَاءُ وَالْوَدَكُ فَقَالَ اشْرَبْ فَقُلْتُ أَرَأْيٌ تَرَاهُ فَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ دِبَاغُهُ طَهُورُهُ

Dan telah menceritakan kepadaku Ishaq bin Manshur dan Abu Bakar bin Ishaq dari Amru bin ar-Rabi’ telah mengabarkan kepada kami Yahya bin Ayyub dari Ja’far bin Rabi’ah dari Abu al-Khair dia telah menceritakan kepadanya, dia berkata, telah menceritakan kepadaku Ibnu Wa’lah as-Saba’i dia berkata, “Saya bertanya kepada Abdulloh bin Abbas, Saya berkata, ‘Kami berada di Maroko, lalu orang Majusi mendatangi kami dengan geriba yang mana di dalamnya terdapat air dan lemak, maka dia berkata, ‘Minumlah! ‘ Maka aku bertanya, ‘Apakah yang kamu ucapkan adalah suatu pendapat saja? ‘ Lalu Ibnu Abbas menjawab, ‘Aku mendengar Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Menyamaknya adalah (cara) mensucikannya’.”

Dalil bahwa orang yang yakin dalam keadaan suci kemudian ragu akan adanya hadas

231. Dalil bahwa orang yang yakin dalam keadaan suci kemudian ragu akan adanya hadas

الدليل على أن من تيقن الطهارة ثم شك في الحدث فله

Riwayat #1

و حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ ح و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ جَمِيعًا عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ قَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدٍ وَعَبَّادِ بْنِ تَمِيمٍ عَنْ عَمِّهِ
شُكِيَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلُ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهُ يَجِدُ الشَّيْءَ فِي الصَّلَاةِ قَالَ لَا يَنْصَرِفُ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا
قَالَ أَبُو بَكْرٍ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ فِي رِوَايَتِهِمَا هُوَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ زَيْدٍ

Dan telah menceritakan kepadaku Amru an-Naqid dan Zuhair bin Harb (tahwilSanad) dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah semuanya meriwayatkan dari Ibnu Uyainah berkata Amru, telah menceritakan kepada kami Sufyan bin Uyainah dari az-Zuhri dari Sa’id dan ‘Abbad bin Tamim dari pamannya Seorang lelaki mengadukan kepada Nabi Shallallohu’alaihiwasallam. bahwa dia seolah-olah mendapati sesuatu (kentut) ketika sholatnya. Beliau bersabda, “Dia tidak perlu membatalkan sholatnya sehingga dia mendengar suara atau mencium bau.” Abu Bakar dan Zuhair bin Harb berkata dalam riwayat keduanya, “Dia adalah Abdulloh bin Zaid.”

Riwayat #2

و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا وَجَدَ أَحَدُكُمْ فِي بَطْنِهِ شَيْئًا فَأَشْكَلَ عَلَيْهِ أَخَرَجَ مِنْهُ شَيْءٌ أَمْ لَا فَلَا يَخْرُجَنَّ مِنْ الْمَسْجِدِ حَتَّى يَسْمَعَ صَوْتًا أَوْ يَجِدَ رِيحًا

Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari bapaknya dari Abu Hurairah dia berkata, Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian mendapatkan sesuatu yang kurang beres dalam perutnya, lalu rancu baginya perkara tersebut, apakah keluar atau tidak, maka janganlah dia keluar dari masjid hingga dia mendengar suara (kentut) atau mendapatkan baunya.”

Wudlu karena makan daging unta

230. Wudlu karena makan daging unta

الوضوء من لحوم الإبل

Riwayat #1

حَدَّثَنَا أَبُو كَامِلٍ فُضَيْلُ بْنُ حُسَيْنٍ الْجَحْدَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي ثَوْرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ
أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَأَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْغَنَمِ قَالَ إِنْ شِئْتَ فَتَوَضَّأْ وَإِنْ شِئْتَ فَلَا تَوَضَّأْ قَالَ أَتَوَضَّأُ مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ قَالَ نَعَمْ فَتَوَضَّأْ مِنْ لُحُومِ الْإِبِلِ قَالَ أُصَلِّي فِي مَرَابِضِ الْغَنَمِ قَالَ نَعَمْ قَالَ أُصَلِّي فِي مَبَارِكِ الْإِبِلِ قَالَ لَا
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ عَمْرٍو حَدَّثَنَا زَائِدَةُ عَنْ سِمَاكٍ ح و حَدَّثَنِي الْقَاسِمُ بْنُ زَكَرِيَّاءَ حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُوسَى عَنْ شَيْبَانَ عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَوْهَبٍ وَأَشْعَثَ بْنِ أَبِي الشَّعْثَاءِ كُلُّهُمْ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ أَبِي ثَوْرٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي كَامِلٍ عَنْ أَبِي عَوَانَةَ

Telah menceritakan kepada kami Abu Kamil Fudhail bin Husain al-Jahdari telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awanah dari Utsman bin Abdulloh bin Mauhab dari Ja’far bin Abi Tsaur dari Jabir bin Samurah bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam, “Apakah kami harus berwudhu karena makan daging kambing?” Beliau menjawab, “Jika kamu berkehendak maka berwudhulah, dan jika kamu tidak berkehendak maka janganlah kamu berwudhu.” Dia bertanya lagi, “Apakah harus berwudhu disebabkan (makan) daging unta?” Beliau menjawab, “Ya. Berwudhulah disebabkan (makan) daging unta.” Dia bertanya, “Apakah aku boleh sholat di kandang kambing?” Beliau menjawab, “Ya boleh.” Dia bertanya, “Apakah aku boleh sholat di kandang unta?” Beliau menjawab, “Tidak.” Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abi Syaibah telah menceritakan kepada kami Muawiyah bin Amr dan telah menceritakan kepada kami Zaidah dari Simak –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepadaku al-Qasim bin Zakariya’ telah menceritakan kepada kami Ubaidulloh bin Musa dari Syaiban dari Utsman bin Abdulloh bin Mauhab dan Asy’ats bin Abi asy-Sya’tsa’ mereka semuanya meriwayatkan dari Ja’far bin Abi Tsaur dari Jabir bin Samurah dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam semisal hadits Abu Kamil dari Abu ‘Awanah.

Dihapusnya kaidah atas wajibnya wudlu karena sesuatu yang tersentuh api

229. Dihapusnya kaidah atas wajibnya wudlu karena sesuatu yang tersentuh api

نسخ الوضوء مما مست النار

Riwayat #1

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْلَمَةَ بْنِ قَعْنَبٍ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ زَيْدِ بْنِ أَسْلَمَ عَنْ عَطَاءِ بْنِ يَسَارٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكَلَ كَتِفَ شَاةٍ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ

Telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Maslamah bin Qa’nab telah menceritakan kepada kami Malik dari Zaid bin Aslam dari ‘Atha’ bin Yasar dari Ibnu Abbas bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam makan pundak kambing, kemudian melakukan sholat, dan beliau tidak berwudhu.

Riwayat #2

و حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ أَخْبَرَنِي وَهْبُ بْنُ كَيْسَانَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ح و حَدَّثَنِي الزُّهْرِيُّ عَنْ عَلِيِّ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ ح و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَلِيٍّ عَنْ أَبِيهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكَلَ عَرْقًا أَوْ لَحْمًا ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ وَلَمْ يَمَسَّ مَاءً

Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Hisyam bin Urwah telah mengabarkan kepadaku Wahab bin Kaisan dari Muhammad bin Amru bin ‘Atha’ dari Ibnu Abbas –lewat jalur periwayatan lain–, dan telah menceritakan kepada kami az-Zuhri dari Ali bin Abdulloh bin Abbas dari Ibnu Abbas –lewat jalur periwayatan lain–, dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ali dari bapaknya dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam makan pangkal atau daging, kemudian beliau sholat, dan tanpa berwudhu, dan beliau juga tidak menyentuh air.

Riwayat #3

و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الصَّبَّاحِ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ سَعْدٍ حَدَّثَنَا الزُّهْرِيُّ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ الضَّمْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ
أَنَّهُ رَأَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْتَزُّ مِنْ كَتِفٍ يَأْكُلُ مِنْهَا ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ

Dan telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ash-Shabbah telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Sa’d telah menceritakan kepada kami az-Zuhri dari Ja’far bin Amru bin Umayyah adh-Dhamri dari bapaknya bahwa dia melihat Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam memotong sebagian pundak (kambing) untuk memakannya, kemudian sholat, dan tanpa berwudhu.

Riwayat #4

حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ الْحَارِثِ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ عَمْرِو بْنِ أُمَيَّةَ الضَّمْرِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ
رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْتَزُّ مِنْ كَتِفِ شَاةٍ فَأَكَلَ مِنْهَا فَدُعِيَ إِلَى الصَّلَاةِ فَقَامَ وَطَرَحَ السِّكِّينَ وَصَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ
قَالَ ابْنُ شِهَابٍ وَحَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Isa telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab telah mengabarkan kepadaku Amru bin al-Harits dari Ibnu Syihab dari Ja’far bin Amru bin Umayyah adh-Dhamri dari bapaknya dia berkata, “Saya melihat Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam memotong sebagian pundak kambing, lalu beliau makan sebagiannya, lalu sholat diserukan, maka beliau berdiri dan membuang pisau, dan sholat tanpa berwudhu. Ibnu Syihab berkata, dan telah menceritakan kepadaku Ali bin Abdulloh bin Abbas dari bapaknya dari Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam dengan hal tersebut.

Riwayat #5

قَالَ عَمْرٌو وَحَدَّثَنِي بُكَيْرُ بْنُ الْأَشَجِّ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكَلَ عِنْدَهَا كَتِفًا ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ
قَالَ عَمْرٌو حَدَّثَنِي جَعْفَرُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ الْأَشَجِّ عَنْ كُرَيْبٍ مَوْلَى ابْنِ عَبَّاسٍ عَنْ مَيْمُونَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِذَلِكَ

Berkata Amru dan telah menceritakan kepada kami Bukair bin Al Asyajj dari Kuraib, maula Ibnu Abbas dari Maimunah, istri Nabi Shallallohu’alaihiwasallam bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam makan pundak (kambing) di sisinya, kemudian sholat tanpa berwudhu lagi. Berkata Amru telah menceritakan kepada kami Ja’far bin Rabi’ah dari Ya’kub bin Al Asyajj dari Kuraib, maula Ibnu Abbas dari Maimunah, istri Nabi dengan hal tersebut.

Riwayat #6

قَالَ عَمْرٌو وَحَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ أَبِي هِلَالٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي رَافِعٍ عَنْ أَبِي غَطَفَانَ عَنْ أَبِي رَافِعٍ قَالَ
أَشْهَدُ لَكُنْتُ أَشْوِي لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَطْنَ الشَّاةِ ثُمَّ صَلَّى وَلَمْ يَتَوَضَّأْ

Berkata Amru dan telah menceritakan kepada kami Sa’id bin Abi Hilal dari Abdulloh bin Ubaidillah bin Abi Rafi’ dari Abu Ghathafan dari Abu Rafi’ dia berkata, “Saya bersaksi aku pernah membakar perut kambing untuk Rasululloh Shallallohu’alaihiwasallam, kemudian beliau sholat tanpa berwudhu lagi.”

Riwayat #7

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَرِبَ لَبَنًا ثُمَّ دَعَا بِمَاءٍ فَتَمَضْمَضَ وَقَالَ إِنَّ لَهُ دَسَمًا
و حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ وَأَخْبَرَنِي عَمْرٌو ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ ح و حَدَّثَنِي حَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي يُونُسُ كُلُّهُمْ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ بِإِسْنَادِ عُقَيْلٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ مِثْلَهُ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id telah menceritakan kepada kami Laits dari Uqail dari az-Zuhri dari Ubaidulloh bin Abdulloh dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam minum susu, kemudian meminta air, lalu berkumur-kumur, seraya bersabda, ” ia memiliki lemak.” Dan telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Isa telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahab dan telah mengabarkan kepada kami Amru –lewat jalur periwayatan lain–, dan telah mengabarkan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari al-Auza’i –lewat jalur periwayatan lain– dan telah menceritakan kepada kami Harmalah bin Yahya dan telah mengabarkan kepadaku Ibnu Wahab telah menceritakan kepada kami Yunus semuanya dari Ibnu Syihab dengan sanad Uqail dari az-Zuhari semisalnya.

Riwayat #8

و حَدَّثَنِي عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ حَلْحَلَةَ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَمَعَ عَلَيْهِ ثِيَابَهُ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ فَأُتِيَ بِهَدِيَّةٍ خُبْزٍ وَلَحْمٍ فَأَكَلَ ثَلَاثَ لُقَمٍ ثُمَّ صَلَّى بِالنَّاسِ وَمَا مَسَّ مَاءً
و حَدَّثَنَاه أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ الْوَلِيدِ بْنِ كَثِيرٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ عَطَاءٍ قَالَ كُنْتُ مَعَ ابْنِ عَبَّاسٍ وَسَاقَ الْحَدِيثَ بِمَعْنَى حَدِيثِ ابْنِ حَلْحَلَةَ وَفِيهِ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ شَهِدَ ذَلِكَ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَالَ صَلَّى وَلَمْ يَقُلْ بِالنَّاسِ

Dan telah menceritakan kepada kami Ali bin Hujr telah menceritakan kepada kami Ismail bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Amru bin Halhalah dari Muhammad bin Amru bin Atha’ dari Ibnu Abbas bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam mengumpulkan pakaiannya kemudian pergi menuju sholat, lalu beliau dibawakan hadiah roti dan daging, maka beliau memakannya tiga suap, kemudian sholat mengimami manusia, dan beliau tidak menyentuh air. Dan telah menceritakan kepada kami tentangnya Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Abu Usamah dari al-Walid bin Katsir telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Amru bin ‘Atha’ dia berkata, “Saya bersama Ibnu Abbas “, lalu dia membawakan hadits tersebut dengan makna hadits Ibnu Halhalah, dan di dalamnya disebutkan bahwa Ibnu Abbas menyaksikan hal tersebut dari Nabi Shallallohu’alaihiwasallam, seraya dia berkata, “Beliau sholat dan tidak berbicara dengan manusia.”