Disunahkannya qunut dalam setiap shalat lima waktu jika terjadi musibah yang menimpa kaum muslimin

345. Disunahkannya qunut dalam setiap shalat lima waktu jika terjadi musibah yang menimpa kaum muslimin

استحباب القنوت في جميع الصلاة إذا نزلت بالمسلمين نازلة

Riwayat #1

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ وَحَرْمَلَةُ بْنُ يَحْيَى قَالَا أَخْبَرَنَا ابْنُ وَهْبٍ أَخْبَرَنِي يُونُسُ بْنُ يَزِيدَ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ وَأَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ أَنَّهُمَا سَمِعَا أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ حِينَ يَفْرُغُ مِنْ صَلَاةِ الْفَجْرِ مِنْ الْقِرَاءَةِ وَيُكَبِّرُ وَيَرْفَعُ رَأْسَهُ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ ثُمَّ يَقُولُ وَهُوَ قَائِمٌ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ وَسَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ وَعَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ وَاجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ كَسِنِي يُوسُفَ اللَّهُمَّ الْعَنْ لِحْيَانَ وَرِعْلًا وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ عَصَتْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ ثُمَّ بَلَغَنَا أَنَّهُ تَرَكَ ذَلِكَ لَمَّا أُنْزِلَ
{ لَيْسَ لَكَ مِنْ الْأَمْرِ شَيْءٌ أَوْ يَتُوبَ عَلَيْهِمْ أَوْ يُعَذِّبَهُمْ فَإِنَّهُمْ ظَالِمُونَ }
و حَدَّثَنَاه أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ الزُّهْرِيِّ عَنْ سَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ إِلَى قَوْلِهِ وَاجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ كَسِنِي يُوسُفَ وَلَمْ يَذْكُرْ مَا بَعْدَهُ

Telah menceritakan kepadaku Abu At Thahir dan Harmalah bin Yahya, keduanya berkata; telah mengabarkan kepada kami Ibnu Wahb telah mengabarkan kepadaku Yunus bin Yazid dari Ibnu Syihab katanya; telah mengabarkan kepadaku Said bin Musayyab dan Abu Salamah bin Abdurrahman bin ‘Auf, keduanya mendengar Abu Hurairah berkata; “Ketika Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam sholat fajar (subuh), yaitu setelah membaca, bertakbir dan mengangkat kepalanya, beliau membaca “Sami’allohu liman hamidah. Rabbanaa walakal hamdu.” Kemudian beliau membaca lagi dan beliau masih berdiri, yaitu; ALLAAHUMMA ANJI ALWALID BIN WALID WA SALAMAH BIN HISYAM, WA AYYASY BIN ABU RABIAH, WAL MUSTADH’AFIINA MINAL MUL’MINIINA, ALLAAHUMMASY DUD WATH’ATHAKA ‘ALAA MUDHARR WAJ’ALHAA ‘ALIHIM KASINII YUUSUFA, ALLAAHUMMAL’AN LIHYAANA WARI’LAN WADZAKWAAANA WA’USHAYYAH ASHATALLAAHA WARASUULAHU (Ya Alloh, selamatkanlah Walid bin walid, Salamah bin Hisyam, Ayyasy bin Abu Rabiah dan orang-orang mukmin yang lemah, Ya Alloh, perkuatlah hukumanmu kepada Mudharr dan jadikanlah untuk mereka masa-masa paceklik sebagaimana paceklik Yusuf, Ya Alloh, laknatilah Lihyan, Ri’l, dan Dzakwan, mereka yang telah membangkang Alloh dan Rasul-Nya.” Kemudian sampai berita kepada kami, bahwa beliau meninggakan doa (qunut) tersebut, tepatnya ketika turun ayat “Tidak ada urusanmu entah Alloh mengampuni mereka atau menyiksa mereka, sesungguhnya mereka orang-orang yang zhalim (QS. Ali Imran 128), Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan ‘Amru An Naqid, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ibn ‘Uyainah dari Az Zuhri dari Sa’id bin Musayyab dari Abu Hurairah dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam hingga sabdanya: “Ya Alloh, jadikanlah untuk mereka tahun-tahun paceklik sebagaimana tahun-tahun paceklik Yusuf.” Dan ia tidak menyebutkan kalimat sesudahnya.

Riwayat #2

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ مِهْرَانَ الرَّازِيُّ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ بْنُ مُسْلِمٍ حَدَّثَنَا الْأَوْزَاعِيُّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَهُمْ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ بَعْدَ الرَّكْعَةِ فِي صَلَاةٍ شَهْرًا إِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ يَقُولُ فِي قُنُوتِهِ اللَّهُمَّ أَنْجِ الْوَلِيدَ بْنَ الْوَلِيدِ اللَّهُمَّ نَجِّ سَلَمَةَ بْنَ هِشَامٍ اللَّهُمَّ نَجِّ عَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ اللَّهُمَّ نَجِّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنْ الْمُؤْمِنِينَ اللَّهُمَّ اشْدُدْ وَطْأَتَكَ عَلَى مُضَرَ اللَّهُمَّ اجْعَلْهَا عَلَيْهِمْ سِنِينَ كَسِنِي يُوسُفَ قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ ثُمَّ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَرَكَ الدُّعَاءَ بَعْدُ فَقُلْتُ أُرَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ تَرَكَ الدُّعَاءَ لَهُمْ قَالَ فَقِيلَ وَمَا تُرَاهُمْ قَدْ قَدِمُوا
و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ يَحْيَى عَنْ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ أَخْبَرَهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَمَا هُوَ يُصَلِّي الْعِشَاءَ إِذْ قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ ثُمَّ قَالَ قَبْلَ أَنْ يَسْجُدَ اللَّهُمَّ نَجِّ عَيَّاشَ بْنَ أَبِي رَبِيعَةَ ثُمَّ ذَكَرَ بِمِثْلِ حَدِيثِ الْأَوْزَاعِيِّ إِلَى قَوْلِهِ كَسِنِي يُوسُفَ وَلَمْ يَذْكُرْ مَا بَعْدَهُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mihran Ar Razi telah menceritakan kepada kami Al Walid bin Muslim telah menceritakan kepada kami Auza’i dari Yahya bin Abu Katsir dari Abu Salamah, bahwa Abu Hurairah menceritakan kepada mereka, bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam melakukan qunut setelah ruku’ dalam sholat selama sebulan. Jika beliau selesai membaca sami’allohu liman hamidah, beliau membaca dalam do’anya: ALLAAHUMMA ANJI ALWALIIDA BIN ALWALIID, ALLAAHUMMA NAJJI SALMAH BIN HISYAM, ALLAAHUMMA NAJJI AYYASY BIN ABI RABIAH, ALLAAHUMMA NAJJI ALMUSTADH’AFIINA MINAL MU”MINIINA, ALLAAHUMMAUSYDUD WATH’ATAKA ‘ALAA MUDHARR, ALLAAHUMMAJ’ALHAA ALAIHIM SINIINA KASIINII YUUSUFA (Ya Alloh, selamatkanlah Walid bin Walid, Ya Alloh, selamatkanlah Salmah bin Hisyam, Ya Alloh, selamatkanlah, Ayyasy bin Abu Rabiah, Ya Alloh, selamatkanlah orang-orang yang tertindas dari orang-orang mukmin, Ya Alloh, keraskanlah hukumanmu terhadap Mudharr, Ya Alloh, jadikanlah untuk mereka tahun-tahun paceklik sebagaimana tahun-tahun paceklik Yusuf).” Abu Hurairah berkata; kemudian aku melihat Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam meninggalkan doa qunutnya. Aku berkata; “Setahuku Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam meninggalkan doa qunut setelah itu.” Abu Hurairah mengatakan; “Diberitakan bahwa mereka langsung dibinasakan seketika itu juga.” Dan telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb telah menceritakan kepada kami Husain bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Syaiban dari Yahya dari Abu Salamah, bahwa telah memberitakan kepada mereka Abu Hurairah bahwa ketika sholat isya`, Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam, tepatnya setelah beliau mengucapkan sami’allohu liman hamidah, sebelum sujud beliau membaca doa “ALLAAHUMMA NAJJI AYYASY BIN ABI RABIAH (Ya Alloh, selamatkanlah Ayyasy bin Abu Rabiah), kemudian ia menyebutkan seperti hadits Auza’i hingga sabdanya “Sebagaimana tahun-tahun paceklik Yusuf), ” dan ia tidak menyebutkan kalimat sesudahnya.

Riwayat #3

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا مُعَاذُ بْنُ هِشَامٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُا
وَاللَّهِ لَأُقَرِّبَنَّ بِكُمْ صَلَاةَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَانَ أَبُو هُرَيْرَةَ يَقْنُتُ فِي الظُّهْرِ وَالْعِشَاءِ الْآخِرَةِ وَصَلَاةِ الصُّبْحِ وَيَدْعُو لِلْمُؤْمِنِينَ وَيَلْعَنُ الْكُفَّارَ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Mu’adz bin Hisyam telah menceritakan kepadaku Ayahku dari Yahya bin Abu Katsir, katanya; telah menceritakan kepada kami Abu Salamah bin Abdurrahman, ia mendengar Abu Hurairah mengatakan; “Demi Alloh, akan aku akan berusaha mendekatkan kalian dengan Sholat Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam.” Selanjutnya Abu Hurairah melakukan qunut dalam sholat zhuhur, isya`, dan sholat subuh, mendoakan kebaikan untuk orang-orang mukmin dan melaknat orang-orang kafir.”

Riwayat #4

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ يَحْيَى قَالَ قَرَأْتُ عَلَى مَالِكٍ عَنْ إِسْحَقَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي طَلْحَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الَّذِينَ قَتَلُوا أَصْحَابَ بِئْرِ مَعُونَةَ ثَلَاثِينَ صَبَاحًا يَدْعُو عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَلِحْيَانَ وَعُصَيَّةَ عَصَتْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ قَالَ أَنَسٌ أَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي الَّذِينَ قُتِلُوا بِبِئْرِ مَعُونَةَ قُرْآنًا قَرَأْنَاهُ حَتَّى نُسِخَ بَعْدُ أَنْ بَلِّغُوا قَوْمَنَا أَنْ قَدْ لَقِينَا رَبَّنَا فَرَضِيَ عَنَّا وَرَضِينَا عَنْهُ

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, katanya; aku membaca di hadapan Malik dari Ishaq bin Abdulloh bin Abu Thalhah dari Anas bin Malik, katanya; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam mendoakan kecelakaan untuk orang-orang yang telah membantai para sahabat di Bi’r Ma’unah selama tiga puluh hari setiap pagi, beliau mend’oakan kecelakaan terhadap kabilah Ri’il, Dzakwan, dan Lihyan serta Ushayyah yang telah membangkang Alloh dan Rasul-Nya.” Anas melanjutkan; “Alloh Azza wa Jalla telah menurunkan ayat Al Qur’an untuk para sahabat yang terbantai di Bi’r Ma’unah yang biasa kami baca, hingga ayat tersebut dimansukh di kemudian hari. Ayat tersebut bunyinya AN BALLIGHUU QAUMANAA AN QAD LAQIINAA RABBANAA FARADLIYA ANNAA WARADLIINAA ‘ANHU, (Sampaikanlah kepada kaum kami bahwa kami telah menjumpai Tuhan kami, dan Dia ridla terhadap kami, dan kami pun ridla terhadap-Nya).”

Riwayat #5

و حَدَّثَنِي عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ مُحَمَّدٍ قَالَ قُلْتُ لِأَنَسٍ
هَلْ قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ قَالَ نَعَمْ بَعْدَ الرُّكُوعِ يَسِيرًا

Dan telah menceritakan kepadaku ‘Amru An Naqid dan Zuhair bin Harb, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Ismail dari Ayyub dari Muhammad katanya; aku bertanya kepada Anas; “Apakah Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pernah qubut dalam subuhnya?” Anas menjawab; “Benar, sebentar setelah ruku’.”

Riwayat #6

و حَدَّثَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ وَأَبُو كُرَيْبٍ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْأَعْلَى وَاللَّفْظُ لِابْنِ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي مِجْلَزٍ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ فِي صَلَاةِ الصُّبْحِ يَدْعُو عَلَى رِعْلٍ وَذَكْوَانَ وَيَقُولُ عُصَيَّةُ عَصَتْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

Dan telah menceritakan kepadaku ‘Ubaidulloh bin Mu’adz Al ‘Anbari dan Abu Kuraib dan Ishaq bin Ibrahim dan Muhammad bin Abdul A’la sedangkan lafadznya milik Muadz, telah menceritakan kepada kami Mu’tamir bin Sulaiman dari Ayahnya dari Abu Mijlaz dari Anas bin Malik dia berkata; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melakukan qunut selama sebulan setelah ruku’ dalam sholat subuh, beliau mendo’akan kebinasaan untuk kabilah Ri’il, Dzakwan, beliau bersabda: “Kabilah Ushayyah benar-benar telah membangkang kepada Alloh dan Rasul-Nya (makna ‘asha secara harfiah adalah membangkang -pent).”

Riwayat #7

و حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ حَاتِمٍ حَدَّثَنَا بَهْزُ بْنُ أَسَدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ أَخْبَرَنَا أَنَسُ بْنُ سِيرِينَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا بَعْدَ الرُّكُوعِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ يَدْعُو عَلَى بَنِي عُصَيَّةَ

Dan telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Bahz bin Asad telah menceritakan kepada kami Hammad bin Salamah telah mengabarkan kepada kami Anas bin Sirin dari Anas bin Malik, bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pernah melakukan doa qunut selama sebulan setelah ruku’ pada sholat fajar (subuh), beliau mendo’akan kebinasaan untuk Bani ‘Ushayyah.”

Riwayat #8

و حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ
سَأَلْتُهُ عَنْ الْقُنُوتِ قَبْلَ الرُّكُوعِ أَوْ بَعْدَ الرُّكُوعِ فَقَالَ قَبْلَ الرُّكُوعِ قَالَ قُلْتُ فَإِنَّ نَاسًا يَزْعُمُونَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ بَعْدَ الرُّكُوعِ فَقَالَ إِنَّمَا قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أُنَاسٍ قَتَلُوا أُنَاسًا مِنْ أَصْحَابِهِ يُقَالُ لَهُمْ الْقُرَّاءُ

Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah dan Abu Kuraib, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari ‘Ashim dari Anas, kata ‘Ashim; Aku pernah bertanya kepada Anas tentang doa qunut, apakah sebelum ataukah setelah ruku’?, Anas menjawab; “Sebelum ruku’.” Ashim mengatakan; Aku berkata; “Namun orang-orang beranggapan bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melakukan qunut setelah ruku’.” Anas menjawab; “Hanyasanya Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melakukan qunut selama sebulan, beliau mendo’akan kebinasaan untuk orang-orang yang membantai sahabatnya yang dijuluki Al Qurra’ (Para Ahlul Qur’an).”

Riwayat #9

حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَاصِمٍ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُا
مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَجَدَ عَلَى سَرِيَّةٍ مَا وَجَدَ عَلَى السَّبْعِينَ الَّذِينَ أُصِيبُوا يَوْمَ بِئْرِ مَعُونَةَ كَانُوا يُدْعَوْنَ الْقُرَّاءَ فَمَكَثَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى قَتَلَتِهِمْ
و حَدَّثَنَا أَبُو كُرَيْبٍ حَدَّثَنَا حَفْصٌ وَابْنُ فُضَيْلٍ ح و حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ كُلُّهُمْ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ بِهَذَا الْحَدِيثِ يَزِيدُ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Umar telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ashim katanya; aku mendengar Anas mengtaakan; “Belum pernah aku melihat Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam sedemikian murkanya karena kehilangan pasukannya, sebagaimana kemurkaan beliau ketika kehilangan tujuh puluh sahabatnya yang terbantai pada peristiwa Bi’ru Ma’unah, ketujuh puluh sahabat tersebut digelari Qurra` (para Ahlul Qur’an), oleh karena itu selama sebulan penuh beliau mendoakan kecelakaan kepada kaum yang telah membunuhnya.” Dan telah menceritakan kepada kami Abu Kuraib telah menceritakan kepada kami Hafs dan Ibnu Fudlail (dan diriwayatkan dari jalur lain) telah menceritakan kepada kami Ibn Abu Umar telah menceritakan kepada kami Marwan semuanya dari ‘Ashim dari Anas dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam dengan hadis seperti ini, dan satu sama lain saling menambah.”

Riwayat #10

و حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا يَلْعَنُ رِعْلًا وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ عَصَوْا اللَّهَ وَرَسُولَهُ
و حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ حَدَّثَنَا الْأَسْوَدُ بْنُ عَامِرٍ أَخْبَرَنَا شُعْبَةُ عَنْ مُوسَى بْنِ أَنَسٍ عَنْ أَنَسٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِنَحْوِهِ

Dan telah menceritakan kepada kami ‘Amru An Naqid telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin ‘Amir telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Qatadah dari Anas, bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam melakukan doa qunut selama sebulan untuk melaknat Ri’il, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang telah membangkang Alloh dan Rasul-Nya.” (‘Ashaa makna secara harfiah adalah membangkang -pent). Dan telah menceritakan kepada kami ‘Amru An Naqid telah menceritakan kepada kami Al Aswad bin ‘Amir telah mengabarkan kepada kami Syu’bah dari Musa bin Anas dari Anas dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam.

Riwayat #11

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَنَتَ شَهْرًا يَدْعُو عَلَى أَحْيَاءٍ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ ثُمَّ تَرَكَهُ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna telah menceritakan kepada kami Abdurrahman telah menceritakan kepada kami Hisyam dari Qatadah dari Anas bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melakukan doa “qunut” selama sebulan, beliau mendo’akan kebinasaan terhadap sejumlah penduduk dusun arab, setelah itu beliau meninggalkannya.”

Riwayat #12

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى وَابْنُ بَشَّارٍ قَالَا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ قَالَ سَمِعْتُ ابْنَ أَبِي لَيْلَى قَالَ حَدَّثَنَا الْبَرَاءُ بْنُ عَازِبٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْنُتُ فِي الصُّبْحِ وَالْمَغْرِبِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Al Mutsanna dan Ibnu Basyar, keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ja’far telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Amru bin Murrah, katanya; “Aku mendengar Ibnu Abu Laila berkata; telah menceritakan kepada kami Al Barra` bin ‘Azib, bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pernah melakukan qunut ketika subuh dan maghrib.”

Riwayat #13

و حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى عَنْ الْبَرَاءِ قَالَ
قَنَتَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْفَجْرِ وَالْمَغْرِبِ

Dan Telah menceritakan kepada kami Ibnu Numair telah menceritakan kepada kami Ayahku telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Amru bin Murrah dari Abdurrahman bin Abu Laila dari Al Barra’ katanya; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pernah melakukan qunut ketika (sholat) subuh (fajar) dan maghrib.”

Riwayat #14

حَدَّثَنِي أَبُو الطَّاهِرِ أَحْمَدُ بْنُ عَمْرِو بْنِ سَرْحٍ الْمِصْرِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ عَنْ اللَّيْثِ عَنْ عِمْرَانَ بْنِ أَبِي أَنَسٍ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ عَلِيٍّ عَنْ خُفَافِ بْنِ إِيمَاءٍ الْغِفَارِيِّ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي صَلَاةٍ اللَّهُمَّ الْعَنْ بَنِي لِحْيَانَ وَرِعْلًا وَذَكْوَانَ وَعُصَيَّةَ عَصَوْا اللَّهَ وَرَسُولَهُ غِفَارُ غَفَرَ اللَّهُ لَهَا وَأَسْلَمُ سَالَمَهَا اللَّهُ

Dan telah menceritakan kepadaku Abu Thahir Ahmad bin ‘Amru bin Sarh Al Mishri, katanya; telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb dari Al Laits dari Imran bin Abu Anas dari Hanzhalah bin Ali dari Khufaf bin Ima’ Al Ghifari katanya; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam pernah berdoa ketika sholat dengan ALLAAHUMMAL’AN BANI LIHYAANA WARI’LAN WADZAKWAAN WA’USHAYYATA, (Ya Alloh, laknatilah Bani Lihyan, Ri’il dan Bani Dzakwan dan ‘Ushayyah), sebab mereka telah membangkang Alloh dan Rasul-Nya, dan (bani) Ghifar, semoga Alloh mengampuninya, dan kabilah Aslam, semoga Alloh menyelamatkannya.”

Riwayat #15

و حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ وَقُتَيْبَةُ وَابْنُ حُجْرٍ قَالَ ابْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ أَخْبَرَنِي مُحَمَّدٌ وَهُوَ ابْنُ عَمْرٍو عَنْ خَالِدِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ حَرْمَلَةَ عَنْ الْحَارِثِ بْنِ خُفَافٍ أَنَّهُ قَالَ قَالَ خُفَافُ بْنُ إِيمَاءٍ
رَكَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَقَالَ غِفَارُ غَفَرَ اللَّهُ لَهَا وَأَسْلَمُ سَالَمَهَا اللَّهُ وَعُصَيَّةُ عَصَتْ اللَّهَ وَرَسُولَهُ اللَّهُمَّ الْعَنْ بَنِي لِحْيَانَ وَالْعَنْ رِعْلًا وَذَكْوَانَ ثُمَّ وَقَعَ سَاجِدًا
قَالَ خُفَافٌ فَجُعِلَتْ لَعْنَةُ الْكَفَرَةِ مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ أَيُّوبَ حَدَّثَنَا إِسْمَعِيلُ قَالَ وَأَخْبَرَنِيهِ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَرْمَلَةَ عَنْ حَنْظَلَةَ بْنِ عَلِيِّ بْنِ الْأَسْقَعِ عَنْ خُفَافِ بْنِ إِيمَاءٍ بِمِثْلِهِ إِلَّا أَنَّهُ لَمْ يَقُلْ فَجُعِلَتْ لَعْنَةُ الْكَفَرَةِ مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ

Dan telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub dan Qutaibah dan Ibnu Hujr. kata Ibn Ayyub; telah menceritakan kepada kami Ismail, katanya; telah mengabarkan kepadaku Muhammad yaitu Ibnu ‘Amru dari Khalid bin Abdulloh bin Harmalah dari Al Harits bin Khifaf, ia berkata; Khufaf bin Ima’ mengtaakan; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam melakukan ruku’, kemudian mengangkat kepalanya, lalu beliau mengucapkan; “Ghifar, semoga Alloh mengampuninya, Aslam, semoga Alloh menyelamatkannya, ‘Ushayyah, mereka telah membangkang Alloh dan Rasul-Nya. Ya Alloh, laknatilah Bani Lihyan, dan laknatilah Ri’il, dan Dzakwan, ” Kemudian beliau turun sujud.” Khufaf mengatakan; “Di jadikannya laknat terhadap orang-orang kafir karena hal itu.” Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Ayyub telah menceritakan kepada kami Ismail katanya; dan telah mengabarkan kepadaku Abdurrahman bin Harmalah mengenai hadits tersebut dari Hanzhalah bin Ali bin Al Asqa` dari Khufaf bin Ima’ seperti hadits di atas, hanya ia tidak mengatakan; “Kemudian dijadikan laknat untuk orang-orang kafir karena hal itu.”

Leave a Reply