Biografi Abdurrahman bin Auf azzuhri Radhiyallahu’anhu

1956. Biografi Abdurrahman bin Auf azzuhri Radhiyallahu’anhu

مناقب عبد الرحمن بن عوف الزهري رضي الله عنه

Riwayat #1

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حُمَيْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَبُو بَكْرٍ فِي الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِي الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ فِي الْجَنَّةِ وَعَلِيٌّ فِي الْجَنَّةِ وَطَلْحَةُ فِي الْجَنَّةِ وَالزُّبَيْرُ فِي الْجَنَّةِ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَوْفٍ فِي الْجَنَّةِ وَسَعْدٌ فِي الْجَنَّةِ وَسَعِيدٌ فِي الْجَنَّةِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ بْنُ الْجَرَّاحِ فِي الْجَنَّةِ
أَخْبَرَنَا أَبُو مُصْعَبٍ قِرَاءَةً عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حُمَيْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ وَلَمْ يَذْكُرْ فِيهِ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَالَ وَقَدْ رُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حُمَيْدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَ هَذَا وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ الْحَدِيثِ الْأَوَّلِ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Abdurrahman bin Humaid dari ayahnya dari Abdurrahman bin ‘Auf dia berkata; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Abu Bakar masuk surga, Umar masuk surga, Utsman masuk surga, Ali masuk surga, Thalhah masuk surga, Zubeir masuk surga, Abdurrahman bin ‘Auf masuk surga, Sa’ad masuk surga, Sa’id masuk surga dan Abu Ubaidah bin Jarah masuk surga.” Telah mengabarkan kepada kami Abu Mush’ab dengan bacaan dari Abdul Aziz bin Muhammad dari Abdurrahman bin Humaid dari ayahnya dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam seperti di atas, namun dia tidak menyebutkan di dalamnya dari Abdurrahman bin ‘Auf. Perawi (Abu Isa) berkata; “Dan hadits ini juga diriwayatkan dari Abdurrahman bin Humaid dari ayahnya dari Sa’id bin Zaid dari Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam seperti hadits di atas, dan hadits ini lebih shahih dari hadits yang pertama.”

Riwayat #2

حَدَّثَنَا صَالِحُ بْنُ مِسْمَارٍ الْمَرْوَزِيُّ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ عَنْ مُوسَى بْنِ يَعْقُوبَ عَنْ عُمَرَ بْنِ سَعِيدٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ حُمَيْدٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ سَعِيدَ بْنَ زَيْدٍ حَدَّثَهُ فِي نَفَرٍ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَشَرَةٌ فِي الْجَنَّةِ أَبُو بَكْرٍ فِي الْجَنَّةِ وَعُمَرُ فِي الْجَنَّةِ وَعُثْمَانُ وَعَلِيٌّ وَالزُّبَيْرُ وَطَلْحَةُ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ وَأَبُو عُبَيْدَةَ وَسَعْدُ بْنُ أَبِي وَقَّاصٍ قَالَ فَعَدَّ هَؤُلَاءِ التِّسْعَةَ وَسَكَتَ عَنْ الْعَاشِرِ فَقَالَ الْقَوْمُ نَنْشُدُكَ اللَّهَ يَا أَبَا الْأَعْوَرِ مَنْ الْعَاشِرُ قَالَ نَشَدْتُمُونِي بِاللَّهِ أَبُو الْأَعْوَرِ فِي الْجَنَّةِ
قَالَ أَبُو عِيسَى أَبُو الْأَعْوَرِ هُوَ سَعِيدُ بْنُ زَيْدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ نُفَيْلٍ وَسَمِعْتُ مُحَمَّدًا يَقُولُ هُوَ أَصَحُّ مِنْ الْحَدِيثِ الْأَوَّلِ

Telah menceritakan kepada kami Shalih bin Mismar Al Marwazi telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Fudaik dari Musa bin Ya’qub dari ‘Umar bin Sa’id dari Abdurrahman bin Humaid dari ayahnya dari Sa’id bin Zaid pernah bercerita kepadanya mengenai beberapa orang (dikabarkan masuk surga), Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sepuluh orang (akan) masuk surga, yaitu; Abu Bakar masuk surga, Umar masuk surga, Utsman, Ali, Zubeir, Thalhah, Abdurrahman, Abu Ubaidah dan Sa’ad bin Abi Waqash.” Humaid berkata, “Jumlah mereka baru sembilan, sedang yang kesepuluh Sa’id diam, ” Maka sebagian orang berkata; “Kami bersumpah atas nama Alloh siapa yang kesepuluh wahai Abul A’war!”. Lalu Sa’id berkata; “Kalian telah bersumpah dengan nama Alloh kepadaku, (iya) Abu A’war masuk dalam syurga.” Abu Isa berkata; “Abu A’war adalah Sa’id bin Zaid bin ‘Amru bin Nufail, dan aku mendengar Muhammad berkata; “Hadits ini lebih shahih dari hadits yang pertama.”

Riwayat #3

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا بَكْرُ بْنُ مُضَرَ عَنْ صَخْرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ عَائِشَةَ
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ إِنَّ أَمْرَكُنَّ مِمَّا يُهِمُّنِي بَعْدِي وَلَنْ يَصْبِرَ عَلَيْكُنَّ إِلَّا الصَّابِرُونَ قَالَ ثُمَّ تَقُولُ عَائِشَةُ فَسَقَى اللَّهُ أَبَاكَ مِنْ سَلْسَبِيلِ الْجَنَّةِ تُرِيدُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ وَكَانَ قَدْ وَصَلَ أَزْوَاجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَالٍ يُقَالُ بِيعَتْ بِأَرْبَعِينَ أَلْفًا
قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Bakr bin Mudlar dari Shakhr bin Abdulloh dari Abu Salamah dari Aisyah bahwa Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya perkara kalian (para wanita) membuat aku sedih sepeninggalku, sungguh kalian tidak akan bisa sabar kecuali mereka yang bersabar.” Abu Salamah berkata; kemudian Aisyah berkata; “Semoga Alloh memberi karunia ayahmu dengan salsabila (mata air) yang ada di surga.” -yang dimaksud (Aisyah) adalah Abdurrahman bin Auf, karena dia telah menyedekahkan hartanya kepada para istri Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, dikatakan; “Telah terbeli (kebun ini -pent) seharga empat puluh ribu (dinar).” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib.”

Riwayat #4

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عُثْمَانَ الْبَصْرِيُّ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ حَبِيبٍ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا قُرَيْشُ بْنُ أَنَسٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَوْفٍ
أَوْصَى بِحَدِيقَةٍ لِأُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِينَ بِيعَتْ بِأَرْبَعِ مِائَةِ أَلْفٍ
قَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Utsman Al Bashri dan ishaq bin Ibrahim bin Habib Al Bashri telah menceritakan kepada kami Quraisy bin Anas dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah bahwa Abdurrahman bin ‘Auf pernah mewasiatkan kebunnya kepada para ummul mukminin (para istri rasul) seharga empat ratus ribu (dirham).” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan gharib.”

Leave a Reply