Keutamaan Yaman

2001. Keutamaan Yaman

في فضل اليمن

Riwayat #1

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي زِيَادٍ الْقَطَوَانِيُّ وَغَيْرُ وَاحِدٍ قَالُوا حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ الطَّيَالِسِيُّ حَدَّثَنَا عِمْرَانُ الْقَطَّانُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَظَرَ قِبَلَ الْيَمَنِ فَقَالَ اللَّهُمَّ أَقْبِلْ بِقُلُوبِهِمْ وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا وَمُدِّنَا
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ إِلَّا مِنْ حَدِيثِ عِمْرَانَ الْقَطَّانِ

Telah menceritakan kepada kami Abdulloh bin Abu Ziyad Al Qathuwani dan banyak orang, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abu Daud Ath Thayalisi telah menceritakan kepada kami Imran Al Qatthan dari Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit radliallohu ‘anhu bahwa Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam memandang ke arah negeri Yaman sambil bersabda: ‘Ya Alloh, pautkanlah hati kami dengan hati mereka, dan berkahilah kami di dalam sha’ kami dan mud (takaran) kami.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih gharib, kami tidak mengetahui hadits tersebut dari hadits Zaid bin Tsabit kecuali dari hadits riwayat ‘Imran Al Qatthhan.”

Riwayat #2

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو عَنْ أَبِي سَلَمَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَتَاكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ هُمْ أَضْعَفُ قُلُوبًا وَأَرَقُّ أَفْئِدَةً الْإِيمَانُ يَمَانٍ وَالْحِكْمَةُ يَمَانِيَةٌ
وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Telah menceritakan kepada kami Qutaibah telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muhammad dari Muhammad bin ‘Amru dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dia berkata; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Penduduk Yaman telah datang kepada kalian, mereka adalah orang-orang yang paling lunak hatinya, dan paling lembut perangainya, Iman itu dari Yaman, hikmah itu ada di Yaman.” dan dalam bab ini, ada juga riwayat dari Ibnu Abbas dan Ibnu Mas’ud. Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits hasan shahih.”

Riwayat #3

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مَنِيعٍ حَدَّثَنَا زَيْدُ بْنُ حُبَابٍ حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ صَالِحٍ حَدَّثَنَا أَبُو مَرْيَمَ الْأَنْصَارِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُلْكُ فِي قُرَيْشٍ وَالْقَضَاءُ فِي الْأَنْصَارِ وَالْأَذَانُ فِي الْحَبَشَةِ وَالْأَمَانَةُ فِي الْأَزْدِ يَعْنِي الْيَمَنَ
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مَهْدِيٍّ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ أَبِي مَرْيَمَ الْأَنْصَارِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ نَحْوَهُ وَلَمْ يَرْفَعْهُ وَهَذَا أَصَحُّ مِنْ حَدِيثِ زَيْدِ بْنِ حُبَابٍ

Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani’ telah menceritakan kepada kami Zaid bin Hubab telah menceritakan kepada kami Mu’awiyah bin Shalih telah menceritakan kepada kami Abu Maryam Al Anshari dari Abu Hurairah dia berkata; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kepemimpinan ada pada orang-orang Quraisy sedangkan putusan (hakim) ada pada golongan Anshar, adzan ada pada orang-orang Habsyah dan amanah ada pada kabilah Azad yaitu Yaman.” Yelah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basyar telah menceritakan kepada kami Abdurrahman bin Mahdi dari Mu’awiyah bin Shalih dari Abu Maryam Al Anshari dari Abu Hurairah seperti hadits di atas, namun ia tidak merafa’kan (sampai kepada Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam), dan hadits ini lebih shahih dari pada hadits riwayat Zaid bin Hubab.”

Riwayat #4

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ مُحَمَّدٍ الْعَطَّارُ حَدَّثَنِي عَمِّي صَالِحُ بْنُ عَبْدِ الْكَبِيرِ بْنِ شُعَيْبِ بْنِ الْحَبْحَابِ حَدَّثَنِي عَمِّي عَبْدُ السَّلَامِ بْنُ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْأَزْدُ أُسْدُ اللَّهِ فِي الْأَرْضِ يُرِيدُ النَّاسُ أَنْ يَضَعُوهُمْ وَيَأْبَى اللَّهُ إِلَّا أَنْ يَرْفَعَهُمْ وَلَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَقُولُ الرَّجُلُ يَا لَيْتَ أَبِي كَانَ أَزْدِيًّا يَا لَيْتَ أُمِّي كَانَتْ أَزْدِيَّةً
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ وَرُوِيَ هَذَا الْحَدِيثُ بِهَذَا الْإِسْنَادِ عَنْ أَنَسٍ مَوْقُوفًا وَهُوَ عِنْدَنَا أَصَحُّ

Telah menceritakan kepada kami Abdul Quddus bin Muhammad bin Al ‘Atthar telah menceritakan kepadaku pamanku yaitu Shalih bin Abdul Kabir bin Syu’aib bin Al Habhab telah menceritakan kepadaku pamanku yaitu Abdussalam bin Syu’aib dari ayahnya dari Anas radliallohu ‘anhu dia berkata; Rasululloh shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kabilah Azad adalah singa Alloh di muka bumi, ada orang-orang yang ingin merendahkan mereka, namun Alloh tidak menghendaki selain akan hanya meninggikan mereka, dan kelak akan tiba suatu zaman kepada manusia, di mana ada orang yang berkata; jika seandainya ayahku adalah orang Azd, dan jika seandainya ibuku adalah orang azd.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits gharib kami tidak mengetahuinya melainkan dari jalur ini, hadits ini diriwayatkan dengan sanad ini dari Anas secara mauquf, dan menurut kami ini lebih shahih.”

Riwayat #5

حَدَّثَنَا عَبْدُ الْقُدُّوسِ بْنُ مُحَمَّدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ الْعَبْدِيُّ الْبَصْرِيُّ حَدَّثَنَا مَهْدِيُّ بْنُ مَيْمُونٍ حَدَّثَنِي غَيْلَانُ بْنُ جَرِيرٍ قَال سَمِعْتُ أَنَسَ بْنَ مَالِكٍ يَقُولُ
إِنْ لَمْ نَكُنْ مِنْ الْأَزْدِ فَلَسْنَا مِنْ النَّاسِ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ

Telah menceritakan kepada kami Abdul Quddus bin Muhammad telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsir Al ‘Abdi Al Bashri telah menceritakan kepada kami Mahdi bin Maimun telah menceritakan kepadaku Ghailan bin Jarir dia berkata; saya mendengar Anas bin Malik berkata; “Sekiranya kami tidak dari Kabilah Azad, mungkin kami tidak tergolong manusia.” Abu Isa berkata; “Hadits ini adalah hadits gharib.”

Riwayat #6

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ زَنْجُوَيْهِ بَغْدَادِيٌّ حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ أَخْبَرَنِي أَبِي عَنْ مِينَاءَ مَوْلَى عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَوْفٍ قَال سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ يَقُولُ
كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ رَجُلٌ أَحْسِبُهُ مِنْ قَيْسٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ الْعَنْ حِمْيَرًا فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ جَاءَهُ مِنْ الشِّقِّ الْآخَرِ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ جَاءَهُ مِنْ الشِّقِّ الْآخَرِ فَأَعْرَضَ عَنْهُ ثُمَّ جَاءَهُ مِنْ الشِّقِّ الْآخَرِ فَأَعْرَضَ عَنْهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِمَ اللَّهُ حِمْيَرًا أَفْوَاهُهُمْ سَلَامٌ وَأَيْدِيهِمْ طَعَامٌ وَهُمْ أَهْلُ أَمْنٍ وَإِيمَانٍ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَرِيبٌ لَا نَعْرِفُهُ إِلَّا مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ عَبْدِ الرَّزَّاقِ وَيُرْوَى عَنْ مِينَاءَ هَذَا أَحَادِيثُ مَنَاكِيرُ

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Zanjuwaih Baghdadi telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepadaku ayahku dari Mina` bekas budak Abdurrahman bin ‘Auf dia berkata; saya mendengar Abu Hurairah berkata; “Ketika kami berada di sisi Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam, tiba-tiba seorang laki-laki datang -saya kira ia dari Qais- dia berkata; “Wahai Rasululloh, laknatlah kabilah Himyar.” Namun beliau berpaling, kemudian laki-laki itu menghadap dari arah lain, namun beliau tetap berpaling, lalu laki-laki itu menghadap dari arah lain, dan beliau masih tetap berpaling darinya, laki-laki itu berusaha menghadapkan wajahnya dari arah yang lain, dan beliau tetap memalingkan mukanya, dan laki-laki itu menghadapkan mukanya dari arah yang lain, dan beliau masih tetap memalingkan muka, akhirnya Nabi shallallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Semoga Alloh merahmati kabilah Himyar, perkataan mereka penuh keselamatan, tangan-tangan mereka penuh dengan makanan, dan mereka termasuk dari penduduk yang penuh dengan keamanan dan keimanan.”

Leave a Reply